Sukses

IHSG Berpotensi Naik, Simak 4 Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG sedang berusaha kembali menanjak untuk mencetak rekor baru. Hal itu asal level support IHSG juga dapat terjaga dan mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik.

Akan tetapi, hal itu tentunya wajib ditopang oleh fundamental ekonomi yang baik sehingga dapat tercipta kenaikan yang kokoh.

"IHSG akan bergerak di kisaran 5.952-6.099 pada Kamis pekan ini," ujar William dalam ulasannya, Kamis (7/12/2017).

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengharapkan IHSG dapat bertahan di zona positif di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, ada peningkatan volume beli diharapkan dapat bertahan untuk mempertahankan tren tersebut. Reza mengatakan, pelaku pasar tetap antisipasi berbagai sentimen yang dapat tahan penguatan kembali IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin, IHSG naik 35,03 poin atau 0,58 persen ke posisi 6.035,50. Volume perdagangan saham 12,59 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,7 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 371.604 kali. Investor asing mencatatkan aksi jual Rp 451,60 miliar. Selama 2017, investor asing membukukan aksi jual Rp 37,08 triliun.

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Sedangkan Reza memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk untuk dicermati pelaku pasar."Akumulasi beli saham PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan kisaran 1.580-1.590 dengan target harga secara bertahap di 1.645,1.775,1.830 dan 2.065," ujar Reza.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Naik 35 Poin pada Penutupan Kemarin

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Aksi beli investor asing di pasar reguler dukung penguatan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 6 Desember 2017, IHSG naik 35,03 poin atau 0,58 persen ke posisi 6.035,50. Indeks saham LQ45 naik 0,70 persen ke posisi 1.019. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham DBX turun 0,43 persen.

Ada sebanyak 143 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 201 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 123 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 6.044,33 dan terendah 6.001,08. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 371.824 kali dengan volume perdagangan 12,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,2 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 69,52 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.536.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham aneka industri naik 1,57 persen, dan memimpin penguatan sektor saham. Disusul sektor saham keuangan menanjak 1,46 persen dan sektor saham industri dasar mendaki 1,27 persen. Sektor saham infrastruktur tergelincir 0,82 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham BDMN naik 8,25 persen ke posisi Rp 5.575 per saham, saham PPRO menguat 8 persen ke posisi Rp 189 per saham, dan saham LPPF mendaki 3,32 persen ke posisi Rp 10.100 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham ADHI turun 5,19 persen ke posisi Rp 1.735 per saham, saham BUMI tergelincir 5,11 persen ke posisi Rp 260 per saham, dan saham INDY susut 4,44 persen ke posisi Rp 2.580 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 2,14 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 1,42 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 1,97 persen. Kemudian indeks saham Shanghai turun 0,29 persen, indeks saham Singapura melemah 1,19 persen dan indeks saham Taiwan merosot 1,64 persen.

Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat