Sukses

Kemenperin Bakal Bentuk Konsorsium untuk Produksi Mobil Pedesaan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menginisiasi pembentukan konsorsium untuk memproduksi mobil pedesaan.

Sebab untuk merealisasikan program mobil pedesaan ini harus melibatkan seluruh pihak yang potensial, baik dari segi teknis hingga non-teknis khususnya sektor Industri Kecil dan Menengah ‎(IKM) otomotif.

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan,‎ perlu langkah sinergi di antara pemangku kepentingan terkait dalam akselerasi pengembangan kendaraan pedesaan di Indonesia. Upaya ini sekaligus untuk membangun ekosistem yang kuat terhadap daya saing industri otomotif dalam negeri.

"Pengembangan kendaraan pedesaan membutuhkan keterlibatan, komitmen, dan sinergi dari berbagai pihak," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dia menuturkan, saat ini IKM dalam negeri sebenarnya telah siap berkontribusi dalam memproduksi komponen kendaraan pedesaan. "Kami memang memprioritaskan IKM lokal untuk terlibat dalam program yang sedang dikembangkan oleh Kemenperin ini," lanjut dia.

Gati menyampaikan, guna menjaga kestabilan produksi komponen oleh IKM tersebut, Kemenperin telah melibatkan perusahaan baja milik negara, yakni PT Krakatau Steel untuk penyediaan bahan baku.

"Kami tengah membuat IKM terpadu di Halmahera untuk memastikan ketersediaan bahan baku di sana dapat terjaga dengan baik. Bahkan, lembaga pembiayaan dan lembaga seperti OJK diharapkan turut menyumbang saran mengenai skema pembiayaan maupun risiko keuangan yang akan dihadapi dalam program ini," kata dia.

Selain itu, Kemenperin juga terus memberikan pembinaan kepada para IKM dalam negeri untuk dapat menjaga kualitas produksi komponennya. Hal ini mengingat produk yang dihasilkan IKM akan digunakan untuk membuat kendaraan pedesaan di seluruh Indonesia.

"Kami kumpulkan para pensiunan dari industri untuk melatih dan membina para pelaku IKM tersebut, sehingga produknya tetap memenuhi standar yang diinginkan," ungkap dia.

Gati mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memetakan kebutuhan dalam pengembangan kendaraan pedesaan di Tanah Air. Nantinya setelah target pasar dan data kebutuhannya jelas, maka konsorsium untuk memproduksi mobil pedesaan tersebut akan dibentuk.‎

"Pada November lalu, kami telah melaksanakan pemetaan kebutuhan kendaraan pedesaan di wilayah Jawa Tengah khususnya Kabupaten Klaten dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran kebutuhan maupun kondisi pasar dari sisi jenis kendaraan, harga yang diharapkan, serta cakupan penggunaan kendaraan pedesaan," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Kemenperin Gandeng IKM Buat Proyek Mobil Pedesaan

Sebagai proyek yang dipercaya mampu menumbuhkan gairah industri otomotif nasional, kendaraan pedesaan terus didorong untuk segera berjalan di pasar otomotif Tanah Air.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian perindustrian (Kemenperin) terus berusaha mengembangkan mobil karya anak bangsa ini.

Bahkan, progres pengembangan prototipe kendaraan pedesaan yang dilakukan Kemenperin, di antaranya proses pengujian, seperti teknis, laik jalan di Kementerian Perhubungan, emisi di Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), dan durability (umur pakai) sampai 100 ribu km.

Kemenperin sendiri juga telah memfasilitasi pendalaman struktur industri kendaraan pedesaan melalui pembinaan terhadap industri komponen, seperti kepada anggota Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

"Sehingga sudah ada calon-calon pemasok komponen kendaraan pedesaan dari industri dalam negeri," tutur Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, ketika mengunjungi Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, seperti disitat di laman resmi Kemenperin, ditulis Senin 6 November 2017.

Sementara itu, menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, kendaraan pedesaan didesain dengan memaksimalkan kemampuan industri dalam negeri melalui penggunaan komponen yang dibuat oleh industri kecil dan menengah (IKM).

"Jadi, spare part mudah didapat di pasaran dan pemilihan teknologi sesuai dengan kondisi demografi di Indonesia," jelasnya.

Artikel Selanjutnya
Ramai-Ramai Bikin Mobil listrik
Artikel Selanjutnya
Cara RI dan Jepang Bawa Industri Lebih Ramah Lingkungan