Sukses

7 Sektor Saham Tertekan, IHSG Melemah Tipis

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada awal sesi perdagangan. Pelemahan IHSG ini di tengah bursa saham global bervariasi.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 3,45 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.032,05. Kemudian IHSG susut 12,58 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.023. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,38 persen ke posisi 1.015,37. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.039,29 dan terendah 6.020,33. Ada sebanyak 110 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 79 saham melemah dan 98 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 20.395 kali dengan volume perdagangan 755,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 417,4 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 2,46 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat menguat di posisi Rp 13.549.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham tambang, sektor konstruksi dan perdagangan. Sektor saham infrastruktur tergelincir 0,43 persen, sektor saham barang konsumsi turun 0,32 persen dan sektor saham pertanian melemah 0,33 persen.

Saham-saham catatkan top gainers pada Kamis pagi ini antara lain saham BMSR naik 18,58 persen ke posisi Rp 268, saham PSSI menguat 10,61 persen ke posisi Rp 146 per saham dan saham AKRA melonjak 2,87 persen ke posisi Rp 6.275 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MAMI turun 4,44 persen ke posisi Rp 86, saham BDMN turun 2,69 persen ke posisi Rp 5.425 per saham dan saham SOCI tergelincir 2,4 persen ke posisi Rp 244 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,04 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 1,21 persen dan indeks saham Singapura mendaki 0,12 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,44 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,48 persen dan indeks saham Taiwan turun 0,07 persen.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Kamis pekan ini.Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG sedang berusaha kembali menanjak untuk mencetak rekor baru. Hal itu asal level support IHSG juga dapat terjaga dan mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik.

Akan tetapi, hal itu tentunya wajib ditopang oleh fundamental ekonomi yang baik sehingga dapat tercipta kenaikan yang kokoh.

"IHSG akan bergerak di kisaran 5.952-6.099 pada Kamis pekan ini," ujar William dalam ulasannya, Kamis pekan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Bursa Asia Tertekan

Bursa saham Asia masih berada di level terendah dalam dua bulan pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Hal itu dipicu harga komoditas minyak dan tembaga yang tertekan.

Ditambah sentimen kebijakan Amerika Serikat (AS)yang turut pengaruhi pasar. Pelaku pasar ingin tahu bagaimana keputusan akhir dari Undang-Undang (UU) pajak di AS.

Selain itu, pemerintah AS juga berpotensi berhenti operasi sementara jika kongres gagal untuk setujui paket belanja. Ada juga kekhawatiran akan reaksi keras di Timur Tengah usai Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di bursa saham Asia, indeks saham MSCI Asia Pasicifik di luar Jepang stabil di awal perdagangan, dan dekati level terendah dalam dua bulan. Indeks saham Jepang Nikkei naik 1,2 persen usai alami penurunan terbesar.

Indeks saham MSCI global pun turun ke level terendah dalam dua minggu. Indeks saham S&P 500 alami penurunan dalam empat sesi berturut-turut.

"Saya mengatakan pasar saham alami koreksi yang sehat. Tak perlu panik," kata Hirozaku Kabeya, Kepala Riset Daiwa Securities, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (7/12/2017).

Harga komoditas turut pengaruhi bursa saham Asia. Harga minyak dunia turun ke posisi terendah dalam dua bulan usai pasokan bensin Amerika Serikat naik tajam sehingga indikasikan permintaan akan lesu. Sedangkan produksi minyak AS mencapai rekor mingguan.

Namun, di pasar Asia, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,25 persen menjadi US$ 56,10 per barel. Harga tembaga pun berada di level US$ 6.550 per ton tidak jauh dari level terendah dalam dua bulan di US$ 6.507.

Di pasar uang, euro berada di kisaran US$ 1.1803, usai tergelincir ke level terendah dalam dua pekan. Dolar AS melemah menjadi 112,27 per yen. Bitcoin pun melonjak ke level tertinggi baru di US$ 14.047.

Artikel Selanjutnya
8 Sektor Saham Tergelincir, IHSG Susut 12 Poin
Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Barang Konsumsi Angkat IHSG ke Level 5.915