Sukses

Erupsi Gunung Agung, Kurangi 1 Juta Kunjungan Wisman ke RI

Liputan6.com, Jakarta Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia diperkirakan tidak tercapai tahun ini. Hal ini dipengaruhi erupsi Gunung Agung di Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, target wisman untuk tahun 2017 sebanyak 15 juta wisman. Dengan erupsi ini, maka diperkirakan jumlah kunjungan terpangkas 1 juta wisman.

"Tahun ini 15 juta (wisman) mengingat kejadian meletus erupsi Gunung Agung shortage 1 juta, jadi 14 juta atau 95 persen," kata dia di kawasan SCBD Sudirman Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dia mengatakan, kunjungan wisman ke Indonesia saat ini 15 ribu per hari dan terus naik. Bahkan, di bulan Agustus sudah mencapai 20 ribu per hari.

Menurut Arief, seharusnya kunjungan di bulan Desember bisa mencapai 25 ribu. "Jadi kalau per hari 15 ribu, tapi mulai Agustus 20 ribu. Desember harusnya 25 ribu per hari karena sebulan itu bisa 750 ribu," ujar dia.

Namun, jumlah kunjungan yang harusnya melesat di akhir tahun diperkirakan tak sesuai harapan. "Sayangnya yang harusnya panen," tambah dia.

Arief menuturkan, kondisi ini berpengaruh juga pada penerimaan devisa dalam negeri. Seharusnya, dengan 15 juta wisman devisa yang masuk mencapai US$ 18 miliar.

"Devisa gampang hitungnya, satu orang US$ 1.200 kalau seandainya tercapai 15 juta wisman US$ 18 miliar. Tapi sekarang kurang, hanya US$ 13,8 miliar atau hampir US$ 14 miliar," tukas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Gunung Agung Meletus, Pendapatan dari Wisata Tanah Lot Turun

Letusan Gunung Agung, Bali membawa dampak besar terhadap pariwisata di Pulau Dewata, termasuk di daerah Tabanan yang terkenal dengan obyek wisata terkenal Tanah Lot.

Terjadi penurunan kunjungan hampir 30 persen ke Tanah Lot terimbas penutupan Bandara Ngurah Rai, pembatalan ratusan jadwal penerbangan ke Bali.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan hal itu usai Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) periode 2018.

"Pariwisata di Tabanan, terutama Tanah Lot pasti terganggu karena Gunung Agung masih awas dan kami tetap waspada," ujar dia di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Dia menyebut, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara (wisman) ke Tabanan mencapai 4,5 juta orang per tahun. Sementara yang plesiran ke Tanah Lot hampir 4 juta orang. Dari jumlah tersebut, 75 persen merupakan wisatawan nusantara dan 25 persen sisanya turis dari berbagai negara.

"Sebenarnya kondisi pariwisata di Bali baik-baik saja, tergantung pribadi masing-masing menyikapinya. Beberapa penerbangan mencari aman, membatalkan penerbangan. Ada penurunan kunjungan wisatawan, karena yang tadinya mau berangkat sekarang ditunda dulu mungkin bulan depan," jelas Eka.

Dia mengatakan, terjadi penurunan kunjungan wisatawan hampir 30 persen ke Tanah Lot, Tabanan. Jika setiap tahun, pendapatan dari pariwisata di Tanah Lot mencapai Rp 140 miliar per tahun, maka dengan penurunan 30 persen, berarti kerugian pemerintah sekitar Rp 42 miliar.

"Kerugiannya tinggal potong saja dari pendapatan wisata di Tanah Lot Rp 140 miliar per tahun, kurangi 30 persen penurunan kunjungan ke Tanah Lot, ya segitu kerugiannya," Eka menerangkan.

Namun demikian, Eka mengaku pasrah mengingat letusan Gunung Agung merupakan bencana alam yang datang dari Tuhan. Pemerintah Kabupaten Tabanan sudah mengantisipasi jika aktivitas Gunung Agung kembali meningkat.

"Namanya siklum alam. Yang harus kita harus pikirkan bagaimana stok pangan cukup, menyiapkan barak pengungsian, memikirkan kesehatan para pengungsi dan kami sudah siap dengan beberapa posko," ujar Eka.