Sukses

Kemenhub: Peringkat Keselamatan Penerbangan RI Langkahi 96 Negara

Liputan6.com, Jakarta - Pemenuhan aspek keselamatan penerbangan Indonesia telah mencapai 81,15 persen. Angka tersebut kini berada di atas rata-rata dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso mengatakan, aspek keselamatan penerbangan Indonesia telah naik pesat. Sebelumnya, pemenuhan aspek keselamatan berada di bawah rata-rata dunia.

"Jadi kita tahu bahwa saat ini compliance Indonesia terhadap regulasi, safety, yaitu 81,15 persen. Bertepatan hari ini, Hari Penerbangan Sipil Dunia, kita mendapat achievement sangat tinggi, melompat jauh dari tahun-tahun kemarin. Bahkan 10 tahun terakhir ini, kita hanya berkutat di angka 51-45 persen di bawah rata-rata dunia," kata dia di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Agus melanjutkan, pemenuhan aspek keselamatan penerbangan Indonesia berada di peringkat 55 di dunia. Raihan ini jauh dari sebelumnya yang berada di peringkat 150-an.

"Bahkan ada 96 negara kita lompati, jadi posisi kita nomor 55 dunia. Dunia ada 191 negara besar yang punya bisnis penerbangan, kita berada peringkat 55 dari sebelumnya 150-an," sambungnya.

Menurut Agus, kemajuan ini dorong oleh komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong pengembangan di berbagai bidang. Termasuk, di dalamnya industri penerbangan.

"Komitmen kami, tekad kami mengangkat safety compliance jauh di atas rata-rata dunia," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Memberikan kepercayaan

Agus bilang, peningkatan peringkat ini akan membawa kepercayaan dunia pada penerbangan Indonesia.

Dengan pertumbuhan jumlah penumpang dobel digit serta ditopang pertumbuhan jumlah pesawat, pemenuhan aspek keselamatan penerbangan ini akan menimbulkan efek berkelanjutan di berbagai bidang.

"Saat ini pesawat terbang yang ada di Indonesia sekitar 1.700 pesawat terbang hilir mudik, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ini semuanya memerlukan suatu controlling, guidance semuanya compliance regulasi. Kami yakin trust dari networking dunia akan menjadi tinggi, dan multiplier effect-nya banyak traveling ke Indonesia," ucap dia.

Artikel Selanjutnya
Sukabumi Bakal Punya Bandara di 2020
Artikel Selanjutnya
AirNav Kelola Navigasi Bandara Dua Perusahaan Migas