Sukses

Tips Investasi Jangan Taruh Telur di 1 Keranjang, Masih Relevan?

Liputan6.com, Jakarta -  

Saya suka kejutan-kejutan kecil. Serius. Buat saya, kejutan-kejutan kecil itu seringkali bikin hidup kita lebih berwarna.

Pernah suatu hari saya ketemu teman lama secara tidak sengaja dan - luar biasanya - dia masih ingat sama saya, padahal mungkin terakhir ketemu sekitar 20 tahun lalu. Itu adalah salah satu kejutan kecil yang menyenangkan buat saya. Jalanan yang biasanya tiap harinya macet tapi tiba-tiba lancar dan tidak macet, itu juga kejutan kecil yang menyenangkan.

Ada teman yang tiba-tiba kasih brownies buat saya, itu juga kejutan kecil yang menyenangkan. Wah, banyak sih kalau mau ditulis satu persatu.

Tapi, salah satu kejutan kecil yang sering saya alami yang bikin saya senang adalah ketemu duit di saku celana. Beneran. Saya sering mengalami ini: habis mandi, dandan karena mau pergi, terus pas mau pakai celana panjang, di kantong ternyata ada uang.

Kadang Rp 10 ribu, 20 ribu, kadang 50 ribu. Pernah juga Rp 100 ribu.

Walaupun mungkin keadaannya sudah agak-agak lembab karena sudah mengering habis kena cuci di mesin cuci, tapi tetap saja itu bikin senang.

Pertanyaannya sekarang, kenapa saya sering ketemu uang tidak sengaja di baju atau celana saya?

Karena saya lupa pernah menaruhnya disitu. Kenapa bisa lupa? Karena kadang-kadang kita melakukan terlalu banyak kegiatan dalam satu waktu yang bersamaan, sehingga kita fokus ke satu hal dan melakukan hal lain tanpa sadar.

Misalnya, saya fokus nulis di laptop saya di sebuah kafe sambil terima kembalian uang dari pelayan kafe. Nah, karena saya fokus nulis di laptop - saya jadi memasukkan uang itu ke kantong celana tanpa saya sadar.

Jadi, penyebabnya adalah karena saya melakukan terlalu banyak hal dalam satu waktu secara bersamaan.

Ini mengingatkan saya dengan perilaku investasi. Banyak orang melakukan investasi ke banyak produk investasi karena sering mendengar kalimat ‘jangan taruh telur di satu keranjang, karena kalau keranjang itu jatuh, maka semua telurmu akan ikut jatuh dan pecah’.

Dipikir-pikir, benar juga sih. Tapi di lain sisi, menaruh banyak uang ke terlalu banyak produk investasi secara bersamaan biasanya juga bikin Anda tidak fokus. Ini bisa jadi terutama kalau pencatatan Anda tidak tertib.

Katakan Anda punya saham di pasar modal, terus punya reksa dana, ada emas juga, properti yang disewakan, terus punya ORI, punya valuta asing (valas) juga. Kalau seperti itu, bayangkan ada berapa banyak produk investasi yang harus Anda taruh perhatian dalam satu waktu yang bersamaan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Bagaimana sebaiknya?

Jadi, gimana sebaiknya?

Cobalah untuk fokus ke produk investasi yang sedikit saja. Memang baiknya tidak hanya satu produk, tapi juga baiknya tidak ke terlalu banyak produk.

Misalnya nih, Anda fokus ke tiga produk saja. Misal, saham di pasar modal, emas dan deposito. Atau reksa dana, emas dan properti yang disewakan. Atau apapun kombinasinya, terserah. Yang penting, jangan terlalu banyak.

Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapat kalau Anda fokus ke sedikit produk investasi, salah satunya adalah bahwa - kalau Anda belum punya pengetahuan yang terlalu banyak tentang produk-produk tersebut - Anda bisa cepat belajar tentang produk-produk tersebut, dan pengetahuan Anda akan meningkat dengan cepat karena Anda lebih fokus.

Bayangkan kalau Anda langsung investasi ke banyak produk investasi sekaligus, Anda akan belajar sedikit saja dari masing-masing produk.

Sebaliknya, kalau Anda fokus, Anda akan belajar banyak dengan cepat untuk tiap produknya. Keuntungan lain adalah bahwa Anda juga akan lebih mudah dalam menyusun strategi investasi karena Produk-produk investasi yang Anda masuki tidak banyak.

Bruce Lee, salah satu bintang film Hong Kong yang tinggal di Amerika pernah bilang begini: “Saya tidak pernah takut pada orang yang menguasai 10 ribu jurus. Tapi saya hanya takut pada orang yang menguasai satu jurus tapi melatihnya 10 ribu kali.”. Bisa dimengerti sih.

Ini karena kalau Anda menguasai 10 ribu jurus, biasanya karena terbatasnya waktu Anda tidak akan belajar terlalu dalam untuk tiap jurusnya.

Tapi kalau Anda hanya tahu 1 jurus tapi melatihnya 10 ribu kali, Anda akan jadi sangat ahli disitu karena telah melatihnya berulang-ulang.

Jadi, dalam investasi, betul bahwa Anda sebaiknya tidak menaruh semua telur ke satu keranjang. Tapi juga baiknya jangan menaruh semua telur Anda ke terlalu banyak keranjang, karena tangan Anda cuma sedikit. Bukan begitu?

Selamat berinvestasi.

 

Safir Senduk & Rekan

Telepon: (021) 2783-0610

HP: 0811-355-000 (Dala Rizfie-Manajer)

Twitter/Instagram: @SafirSenduk

Artikel Selanjutnya
Langkah Mudah Tanam Cabai di Rumah
Artikel Selanjutnya
Alasan Tersembunyi Mengapa Telur Harus Disimpan di Dalam Kulkas