Sukses

Saham Facebook dan Alphabet Angkat Wall Street

Liputan6.com, n Wall Street ditutup menguat terdorong kenaikan saham perusahaan teknologi besar, seperti Facebook dan Alphabet.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen menjadi 24.211,48 poin. Sementara indeks  S&P 500 naik 0,29 persen menjadi 2.636,98. Dan Nasdaq Composite bertambah 0,54 persen menjadi 6.812,84.

Adapun pendorong penguatan Wall Street pada penutupuan kali ini adalah saham Faebook (FB.O) yang naik 2,31 persen. Kemudian saham perusahaan induk Google Alphabet (GOOGL.O) yang bertambah 1,23 persen, mendorong indeks S & P 500 berakhir lebih tinggi setelah turun untuk empat sesi berturut-turut.

"Teknologi sekali lagi memimpin di sini," kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar First Standard Financial di New York.

Sektor berkinerja terbaik tahun ini, indeks teknologi informasi S & P 500 telah turun hampir 3 persen sejak 28 November, seiring langkah kehati-hatian investor.

Selain saham teknologi, pendorong lain yakni saham Lululemon (LULU.O) yang melonjak 6,43 persen, setelah produsen pakaian jadi Kanada ini melaporkan keuntungan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Adapula saham General Electric (GE.N) yang meningkat sekitar 0,3 persen setelah konglomerat industri ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengurangi 12.000 pekerjaan pada bisnis listrik globalnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Kebijakan Pajak

Di sisi lain, penghasilan dan harapan keluarnya kebijakan pemotongan pajak perusahaan yang dijanjikan Presiden Donald Trump mendorong bursa saham AS mencetak rekor tahun ini.

Anggota Senat pada hari Rabu sepakat untuk berbicara dengan Dewan Perwakilan Rakyat mengenai kebijakan pajak, di tengah tanda-tanda awal bahwa anggota parlemen dapat menyetujui RUU, menjelang batas akhirnya pada 22 Desember.

Penguatan pasar pada Kamis kemarin juga membuat investor tidak terlalu khawatir dengan tenggat waktu yang dihadapi Trump dan Kongres untuk mengeluarkan undang-undang pada Jumat malam. Sebab jika mereka tidak dapat menyetujui persyaratan tersebut, maka sebagian dari pemerintahan federal ditutup.

"Pelaku pasar melihat penutupan pemerintah tak terjadi," kata Chad Morganlander, Manajer portofolio di Washington Crossing Advisors di Florham Park, New Jersey.

Sekitar 6,4 miliar saham berpindah tangan di Wall street, di bawah rata-rata 6,6 miliar dolar selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan, Sektor Ritel Bebani Gerak Bursa AS
Artikel Selanjutnya
Wall Street Menguat Terdorong Sentimen The Fed