Sukses

IHSG Menghijau Senada Asia

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada awal sesi perdagangan. Ini senada dengan Bursa Asia.

Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat (8/12/2017), IHSG naik 22,2 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.029,11. Indeks saham LQ45 menguat 0,44 persen ke posisi 1.013,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.030,61 dan terendah 6.013,75. Ada sebanyak 102 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 29 saham melemah dan 81 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 6,804 kali dengan volume perdagangan 159,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 157,4 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 13,5 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat menguat di posisi Rp 13.551.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham aneka industri yang melemah 0,46 persen dan infrastruktur sebesar 0,12 persen.

Sektor saham yang menguat antara lain,  keuangan sebesar 0,63 persen, sektor saham pertambangan naik 0,43 persen dan sektor consumer naik 0,37 persen.

Saham-saham catatkan top gainers pada Kamis pagi ini antara lain saham ATIC naik 23,6 persen ke posisi Rp 995, saham PSSI menguat 22,73 persen ke posisi Rp 270 per saham dan saham ESTI melonjak 9,76 persen ke posisi Rp 90 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MEDC turun 4,43 persen ke posisi Rp 860, saham TAMU turun 5 persen ke posisi Rp 2.850 per saham dan saham TOTO tergelincir 4,43 persen ke posisi Rp 388 per saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, peluang kenaikan kembali nampak terlihat dalam pergerakan IHSG. Ini juga ditunjukkan dari level support IHSG yang terlihat dapat dipertahankan dengan baik. William perkirakan, IHSG bergerak di kisaran 5.963-6.099 menjelang akhir pekan ini.

"Fluktuasi harga komoditas masih akan memberikan warna dalam pergerakan IHSG ditambah dengan pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," ujar William dalam ulasannya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
IHSG Bakal Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha