Sukses

Cek Harga Kebutuhan Pokok Jelang Akhir Pekan

Liputan6.com, Jakarta Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional terpantau stabil. Bahkan, beberapa kebutuhan bahan pokok menunjukkan penurunan harga.

Sutamaaji (50) pedagang di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan mengatakan, harga cabai keriting merah turun dari Rp 45 ribu per kg di awal pekan menjadi Rp 40 ribu per kg. Pasokan yang cukup menjadi penyebab terkendalinya harga kebutuhan pokok.

"Lagi murah semua ini," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dia melanjutkan, pasokan di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta relatif stabil. Di sana, harga cabai keriting merah saat ini Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kg.

"Dari Induk Senin kemarin Rp 30 ribu per kg," sambungnya.

Begitu juga dengan cabai rawit merah. Harga cabai rawit merah di pasar tradisional turun dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

"Kemarin dari Induk Rp 20 ribu per kg, sekarang Rp 15 ribu-Rp 18 ribu per kg," ujar dia.

Pedagang lain Satiyah (40) membenarkan hal tersebut. Dia bilang, harga kebutuhan pokok masih murah karena pasokan cukup. "Semua lagi murah, enggak ada yang mahal," tukas dia.

Berikut pantauan harga Liputan6.com

1. Cabai

Harga cabai, baik keriting merah maupun rawit merah mengalami penurunan. Cabai keriting merah saat ini dibandrol dengan harga Rp 40 ribu per kg, sementara cabai rawit merah Rp 25 ribu per kg.

2. Bawang

Harga bawang masih stabil. Harga bawang merah dan bawang putih sama yakni Rp 28 ribu per kg.

3. Harga kebutuhan pokok lain

Harga kebutuhan pokok lain terpantau stabil. Harga tomat Rp 14 ribu per kg, kentang Rp 15 ribu per kg, sawi Rp 10 ribu per kg, wortel Rp 12 ribu per kg, timun Rp 8 ribu per kg.

Terong dan oyong dijual dengan harga Rp 10 ribu per kg, kacang panjang Rp 12 ribu per kg, dan kol Rp 8 ribu per kg.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Dampak Cuaca Ekstrem, Bahan Pokok Bisa Dikirim lewat Udara

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan akan tetap berupaya mengirimkan barang kebutuhan pokok ke seluruh daerah meski cuaca buruk melanda Indonesia. Selain darat dan laut, pengiriman dilakukan melalui udara.

Ini sebagai langkah antisipasi terulangnya gelombang tinggi di Pelabuhan Merak, saat terjangan Badai Dahlia beberapa waktu lalu yang mengakibatkan lumpuhnya penyeberangan di pelabuhan paling barat Pulau Jawa itu.

"Misalkan cuaca itu yang tidak bisa gunakan angkutan laut. Jika situasi urgent sekali, kita bisa gunakan angkutan udara," ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti di Kota Serang, Banten, seperti dikutip Jumat (8/12/2017).

Dia mengaku Kemendag mendapatkan tugas untuk memastikan pasokan pangan mencukupi. Terutama menjelang momen Natal dan Tahun Baru.

"Arahan kami dari pusat juga agar stok sudah terdistribusi pada satu Desember (2017)," jelasnya.

Pengiriman kebutuhan barang pokok menggunakan pesawat dibenarkan Kepala Disperindag Pemerintah Provinsi Banten Babar Suharso. Ini dilakukan jika cuaca ekstrem kembali terulang di Selat Sunda yang mengakibatkan kapal Roll On-Roll Off tak bisa menyeberang.

Sehingga mengakibatkan tersendatnya pengiriman berbagai macam barang dan manusia dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

"Jadi kalau ada angkutan Hercules dari Sumatera ke Jawa, jika itu memungkinkan karena situasional, kenapa tidak?" kata Babar Suharso.

 

 

 

Artikel Selanjutnya
Mendag Klaim Harga Bahan Pokok Terkendali Mendekati Idul Adha
Artikel Selanjutnya
Usai Lebaran, Harga Bahan Pokok Mulai Turun