Sukses

Terungkap, AS Rogoh Rp 298 Miliar Jalankan Program UFO Rahasia

Liputan6.com, Jakarta - Ambisi Amerika Serikat untuk bisa menemukan keberadaan makhluk terestrial nampaknya benar adanya. Hal ini terungkap dari dokumen kementerian pertahanan AS atau Pentagon. Tak banyak orang tahu, Pentagon ternyata telah melakukan program analisis rahasia UFO dari tahun 2008 hingga 2012. Dana yang dikeluarkan pun fantastis.

Dilansir dari Gizmodo, Senin (18/12/2017), total uangnya mencapai US$ 22 juta atau Rp 298,2 miliar (kurs US$ 1: Rp 13.558). Awalnya, program ini dicetus oleh senator Harry Reid dari Partai Demokrat. Program tersebut diberi nama The Advanced Aerospace Threat Identification.

Dana yang ada dialokasikan sebagian besar ke Bigelow Airspace, perusahaan antariksa milik Reid. Uang tersebut digunakan untuk membangun pusat penelitian kecil di Nevada, AS. Sayangnya program tersebut tidak lagi dilanjutkan dan berhenti pada 2012. 

Meskipun telah berakhir, pejabat Pentagon dilaporkan terus menyelidiki penampakan fenomena di udara dan benda terbang tak dikenal yang mencurigakan, selain menjalankan tugas utama. Sebelumnya, AS memiliki sejarah panjang penampakan pesawat misterius, termasuk penemuan puing-puing logam aneh pada 1947 oleh seorang peternak di Roswell, New Mexico.

Laporan pemberitaan kala itu menyebutnya sebagai "piring terbang", namun militer AS mengklaim benda tersebut merupakan sebuah balon cuaca yang jatuh.

 

1 dari 2 halaman

Kilatan Bola Bercahaya Terlihat di Langit Arizona

Sebuah kilatan misterius tiba-tiba muncul di langit Kota Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, pada Rabu, 15 November 2017 malam. Penampakan kilatan cahaya tersebut seketika menimbulkan ketakutan. Kehadiran UFO dan makhluk asing disebut-sebut jadi pemicunya.

Dilansir dari laman Daily Mail, Kamis (16/1/2018), tapi, kemungkinan lain mulai muncul. Dugaan bukan hanya UFO belaka, melainkan adanya bola api luar angkasa yang bertabrakan dengan atmosfer bumi.

Penampakan aneh tersebut terlihat oleh banyak orang yang bermukim di Arizona. Negara bagian lain yang juga melihat kilatan cahaya itu adalah California, Nevada, Utah, dan New Mexico.

"Kilatan cahaya baru saja terlihat melintasi langit Phoenix, Arizona pada pukul 20.30," tulis akun pemerintah negara bagian Phoenix, Arizona.

Pada mulanya, warga mengaku melihat ada bola kecil di langit malam hari. Tak lama, benda tersebut kemudian berubah menjadi besar dan mengeluarkan kilatan cahaya.

Melihat kejadian ini, warganet pun mulai berkomentar. Lewat akun media sosial, banyak penduduk Phoenix yang menjadi saksi mata menulis pengalaman mereka.

"Saya melihat langit begitu menyala saat saya berada di Flagstaff," tulis Debora Lee Soltez.

"Saya berkendara ke arah utara, jadi tidak melihat benda langit tersebut. Maka dari itu, hanya kilatan cahaya yang saya rasakan," tambahnya.

Sementara, banyak yang menduga jika benda langit tersebut adalah UFO yang dikendarai oleh makhluk luar angkasa.

Namun, perkiraan tersebut ternyata tak sejalan dengan American Meteor Society. Pihaknya menyebut benda tersebut adalah bentuk aktivitas meteorik yang menampakan cahayanya hingga ke Bumi.

Dalam rentan waktu sepuluh jam antara 14 hingga 15 November 2017, ada empat penampakan serupa yang terjadi di Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Beberapa orang menilai, itu adalah hujan meteor Taurid yang mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu.

Artikel Selanjutnya
Mantan Dirjen Hubla Tonny Didakwa Terima Gratifikasi Rp 19,6 M
Artikel Selanjutnya
Utang Pemerintah RI Nyaris Tembus Rp 4.000 Triliun