Sukses

Temasek Resmi Lepas Semua Saham di Bank Danamon

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan raksasa asal Singapura, Temasek menyatakan akan melepas kepemilikan saham di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Temasek memegang saham 73,8 persen bank tersebut sejak 2003.

President and Head South East Asia Temasek Tan Chong Lee mengungkapkan, selama menjadi pemegang saham mayoritas Bank Danamon, perusahaan mampu tumbuh secara signifikan, dengan dipimpin oleh jajaran manajemen dan di bawah pengawasan dewan Komisaris.

Kepemilikan mayoritas Temasek di Bank Danamonini akan diambil alih oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

Menurut Lee, MUFG adalah salah satu grup finansial terbesar di dunia. Dengan waralaba atau franchise yang kuat di Indonesia dalam bidang pembiayaan korporasi dan pembiayaan infrastruktur, MUFG berada pada posisi yang baik untuk memperkuat Bank Danamon dan membawa melangkah ke tahap pertumbuhan selanjutnya.

"Kami percaya bahwa minat MUFG terhadap Bank Danamon merupakan bukti kepercayaan mereka kepada bank tersebut dan kombinasi tersebut juga akan selaras dengan tujuan-tujuan pembangunan dan pertumbuhan Indonesia," kata Lee dalam keterangannya, Rabu (27/12/2017).

Dalam proses transisi ini, Temasek akan bekerja sama dengan MUFG untuk mendukung Bank Danamon selama periode ini guna meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan utama Bank Danamon, termasuk para pelanggan dan karyawan, serta untuk membawa bank tersebut maju ke tahap pertumbuhan berikutnya.

Meski keluar dari Bank Danamon, ditegaskan Lee, Temasek tetap akan berinvestasi di Indonesia di berbagai sektor.

"Temasek akan tetap berinvestasi di Indonesia, di berbagai sektor termasuk konsumen, real estat dan juga tren teknologi dan layanan  keuangan yang sedang berkembang," jelas dia.

Dengan adanya reformasi regulasi dan pertumbuhan yang stabil, dikatakan Lee, Temasek tetap optimistis terhadap peluang investasi di Indonesia.

Hal ini didasarkan dari sebuah studi yang baru-baru ini diluncurkan bersama Google, Temasek memperkirakan bahwa ekonomi internet Asia Tenggara akan tumbuh menjadi US$ 200 miliar pada tahun 2025, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan perjalanan online, e-commerce, dan media online.

"Ini merupakan peluang besar bagi para investor untuk memanfaatkan tren digital yang tengah tumbuh dan berkembang, terutama di Indonesia mengingat populasinya yang besar, kelas menengah yang terus berkembang, dan ekosistem digital yang juga berkembang pesat," tutupnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 3 halaman

Komitmen

Untuk diketahui Mitsubishi UFJ Financial Group Inc melalui entitas usahanya The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. (MUFG) berencana menguasai sebagian besar saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Ini setelah disepakatinya perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. AFI merupakan suatu anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd yang saat ini memiliki 73,8 persen kepemilikan saham di Danamon.

Rencana MUFG tersebut akan dilakukan melalui tiga tahap dan akan menjadikan MUFG sebagai pemegang saham terbesar di Danamon.

“Sebagai salah satu bank terdepan di Asia & Oceania, kami telah lama menyadari peran Indonesia sebagai salah satu pendorong utama perkembangan di wilayah Asia & Oceania dan telah berusaha untuk membangun keberadaan yang lebih kuat di negara ini,” ujar Chief Executive Officer (CEO) MUFG untuk wilayah Asia & Oceania, Takayoshi Futae dalam keterangannya, Selasa (26/12/2017).

Futae mengatakan, Bank Danamon merupakan suatu institusi yang dihormati di sektor perbankan lokal, dikenal dengan tim manajemennya yang berpengalaman dan kompeten, platform bisnis yang sehat dan waralaba yang menguntungkan. Bank ini dinilai akan memberikan tambahan yang sangat disambut dan strategis bagi grup MUFG pada saat melanjutkan strategi regional.

"Berhubung Jepang dan Indonesia juga akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatiknya pada tahun 2018, kemitraan ini juga merupakan suatu pengingat yang sesuai dan tepat waktu atas hubungan mendalam antara kedua negara, dan kami akan memanfaatkan aliansi ini untuk terus memperlancar arus bisnis antara kedua negara besar ini dan memberikan kontribusi untuk ekonomi ASEAN,” kata dia.

Dia mengatakan, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN yang didukung oleh pertumbuhan fundamental yang unggul termasuk demografis yang baik, basis sumber daya yang kaya dan iklim politik yang stabil.

"Investasi MUFG di Danamon merupakan suatu bukti kuat atas optimisme MUFG dalam prospek jangka panjang Indonesia dan komitmen MUFG terhadap pengembangan sektor perbankan Indonesia," jelas dia.

MUFG berharap bahwa investasi di Indonesia ini akan memberikan kontribusi positif kepada pertumbuhan sektor perbankan dan juga ekonomi di Indonesia secara keseluruhan.

Investasi ini juga akan dengan cara strategis membiarkan MUFG untuk mendapatkan keuntungan dari kedudukan Danamon di segmen-segmen ritel lokal dan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memperdalam waralaba perbankannya di Indonesia.

 

2 dari 3 halaman

Tahapan akuisisi

Rencananya pengambilalihan ini berlangsung dalam 3 tahapan, yakni:

Tahap 1: MUFG akan membeli 19,9 persen saham di Danamon, dengan harga Rp 8.323 (US$0,61) per saham. Nilai investasi pembelian mencapai Rp 15,875 triliun (US$ 1,171 miliar). Harga tersebut adalah berdasarkan 3Q17 P/B dengan nilai 2,0x dengan pemberlakuan beberapa penyesuaian tertentu.

AFI akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas Danamon pada saat penyelesaian Tahap 1, yang diharapkan akan terjadi dalam beberapa hari kerja.

Tahap 2, MUFG berencana untuk mendapatkan persetujuan-persetujuan yang diperlukan berdasarkan peraturan perundang-undangan beserta persetujuan terkait lainnya untuk membeli tambahan 20,1 persen saham untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Danamon menjadi 40 persen.

Tahap ini diharapkan akan diselesaikan antara kuartal ke 2 dan 3 pada 2018, dengan bergantung pada didapatnya persetujuan-persetujuan tersebut.

Tahap 3, usai diselesaikannya Tahap 2, MUFG berencana untuk mendapatkan persetujuan-persetujuan yang diperlukan untuk meningkatkan kepemilikannya di Danamon di atas 40 persen.

Hal ini akan memberikan kesempatan bagi pemegang saham Danamon lainnya baik untuk tetap menjadi pemegang saham atau mendapatkan uang tunai dari MUFG.

Dengan diselesaikannya Tahap 3, kepemilikan final MUFG di Danamon diharapkan menjadi lebih besar dari 73,8 persen.

Artikel Selanjutnya
BTN Syariah Himpun Dana Pihak Ketiga Rp 18,7 Triliun
Artikel Selanjutnya
Incar Dana Segar, Nusantara Infrastructure Lepas 5 Miliar Saham