Sukses

Konsumsi BBM dan Elpiji Naik, Pertamina Klaim Pasokan Aman

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji selama masa Natal dan tahun baru, yang sudah berjalan selama 14 hari berjalan dengan baik. Penyaluran hingga malam tahun baru tidak menghadapi hambatan.

Group Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar mengatakan, masa Satuan tugas (Satgas) Natal dan tahun baru kali ini berjalan lancar. Kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan saat Natal dan tahun baru berhasil dipenuhi Pertamina.

"Kenaikan permintaan BBM dan Elpiji masyarakat dapat terlayani dengan baik," kata Iskandar, di Jakarta, Senin (1/12/2017).

Iskandar pun mengapresiasi seluruh petugas Satgas, awak mobil tangki, operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pengendara motor satgas BBM, dan seluruh pihak yang terlibat sehingga pelayanan BBM dan Elpiji dapat terlayani dengan baik.

“Berkat mereka yang bertugas selama masa liburan ini, pelayanan dapat berjalan dengan baik. Mereka rela jauh dari keluarganya meskipun yang lain sedang berlibur,” ujarnya.

Pertamina memang membentuk Tim Satgas Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Tim ini bertugas sejak 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. Selama masa itu, Pertamina memprediksi adanya perubahan pola konsumsi BBM, Elpiji, dan Avtur di masyarakat.

Pertamina mencatat bahwa dalam kurun waktu 18-31 Desember 2017, terjadi peningkatan pada konsumsi bensin atau gasoline terdiri dari Premium, Pertalite, Pertamax Series sebesar 94.000 kiloliter (kl) atau naik sekitar 2,4 persen dari pemakaian rata-rata satgas pada tahun 2016 yaitu di angka 92 ribu kl.

Adapun jika dibandingkan kondisi normal, konsumsi gasoline naik sekitar 5,7 persen yang rata-rata pemakaiannya sebanyak 89 ribu kl.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Peningkatan di Tol dan Jalur Wisata

 

Di sisi lain, konsumsi Gasoil, yaitu Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex, tercatat mengalami kenaikan sebanyak 39 ribu kl‎ atau kurang lebih sebesar 8,4 persen jika dibandingkan konsumi pada satgas 2016 tahun lalu yang hanya sekitar 36 ribu kl.

Sebaliknya jika dibandingkan dengan kondisi pemakaian normal, rata-rata konsumsi pada satgas 2017 kali ini justru mengalami penurunan, yaitu 39 ribu kl‎ atau sekitar 2,5 persen dibanding pada kondisi normal, yaitu pada angka 40 ribu.

"Lokasi yang mengalami peningkatan konsumsi paling tinggi terutama di jalur tol dan jalur wisata," tuturnya. Adapun untuk Elpiji saat ini berada dalam stok sangat aman, yaitu sekitar 17 hari. Kondisi ini sudah melebih batas aman minimal yang ditentukan oleh PERMEN ESDM No 26 tahun 2009, yaitu sebesar 11 hari.

Rata-rata penyaluran Elpiji pada periode satgas Natal Tahun Baru sampai dengan 31 Desember 2017 kali ini mencapai 23,7 ribu metrik ton atau sekitar 2 persen di atas rata-rata penyaluran normal dan sekitar 1 persen di atas rata-rata penyaluran periode satgas tahun 2016 lalu.

Pada periode satgas Natal dan tahun baru ini Pertamina menyiapkan sembilan titik Kiosk Pertamax, 15 titik motoris BBM kemasan, 5 titik mobil tangki dispenser, dan 35 titik SPBU Kantong yang tersebar di sejumlah titik strategis terutama di jalur mudik.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan 51 SPPBE sebagai SPPBE kantong dengan kapasitas skid tank lebih dari 2.200 Metrik Ton.

Artikel Selanjutnya
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tak Berubah sampai 31 Maret 2018
Artikel Selanjutnya
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertamina Khawatir Ganggu Investasi