Sukses

24 Pegawai Total di Blok Mahakam Tak Mau Bergabung ke Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menjadi operator Blok Mahakam per 1 Januari 2018. Sebelumnya, blok minyak dan gas (migas) tersebut dikuasai oleh PT Total E&P Indonesie (TEPI)‎ yang bekerja sama dengan Inpex Corporation.

Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional TEPI Budi Satria menjelaskan, pemindahan hak pengelolaan dari TEPI ke Pertamina ini tidak membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sebagian besar Pegawai TEPI di Blok Mahakam beralih menjadi pegawai anak usaha Pertamina yang mengelola blok migas yang terletak di Kalimantan tersebut.

Budi pun menghargai proses transisi pegawai TEPI bertransformasi menjadi Pertamina Hulu Mahakam yang berlangsung lancar. Sebanyak 1.919 pegawai sudah membubuhkan tanda tangan dengan 24 orang diantaranya menolak bergabung.

“Alasannya mendekati masa pensiun dan ingin berwiraswasta sendiri,” ungkapnya, seperti ditulis, Senin (1/1/2018). 

Proses negosiasi kontrak pegawai sudah berlangsung sejak 8 Juni 2015 dimana pengurus Serikat Pekerja menemui langsung Direktur Utama Pertamina kala itu yaitu Dwi Soetjipto. Saat bertemu, ia meminta jaminan kesejahteraan seluruh karyawan termasuk kesetaraan jenjang karier dalam tubuh Pertamina.

“Kami meminta kesejahteraan minimal sama dengan saat masih jadi pegawai TEPI. Kalau ditingkatkan malah lebih baik,” tegasnya.

Saat itu, Budi menyebutkan, Pertamina menjamin kesejahteraan seluruh pegawai permanen dan kontrak saat bergabung menjadi Pertamina Hulu Mahakam. Mereka bahkan memastikan kesejahteraanya ditingkatkan menjadi lebih baik dibandingkan kala masih dibawah manajemen TEPI.

Sehubungan itu, Budi memastikan seluruh karyawan bersemangat menyambut proses peralihan dibawah bendera manajemen Pertamina. Menurutnya, saat ini merupakan kesempatan anak anak bangsa menunjukan prestasinya mengelola blok migas skala internasional seperti Blok Mahakam.

“Ini menjadi tantangan baru bagi kami untuk menunjukan kemampuannya mengelola Blok Mahakam. Sebelumnya pengelolaanya selalu dikendalikan dari Perancis dan saat ini di dalam negeri saja,” ujarnya.

TEPI masih dalam proses penyelesaian pembayaran hak hak karyawan diantaranya penghargaan atas pengabdian dan tunggakan cuti bagi 2 ribu karyawannya. Budi menyatakan, besaran penghargaan pengabdian disesuaikan masa kerja berikut jenjang kepangkatan pegawai bersangkutan.

“Prosesnya sedang berjalan dalam penyelesaian hak hak karyawan ini,” ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Produktivitas Tinggi

Blok Mahakam berada di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur habis masa kontrak pengelolannya di penghujung 2017. Selama 50 tahun terakhir, TEPI menjadi operator Blok Mahakam merupakan join venture antara Total dan Inpex Ltd.

“Bukan perkara mudah melupakan hari hari bersama Total di Blok Mahakam,” ungkap President and General Manager Total E&P Indonesie, Arividya Noviyanto.

Arividya bukanlah muka baru bagi pekerja migas di Blok Mahakam. Selama hampir 23 tahun masa hidupnya dihabiskan untuk meniti karier hingga menjadi orang nomor satu di Total E&P Indonesie.

“Kami memberikan apresiasi bagi Pertamina yang menampung seluruh mantan karyawan kami dalam pengelolaan Blok Mahakam,” ungkapnya.

Arividya mengatakan, mayoritas karyawan Total dalam masa produktifitas tinggi mengingat kisaran umurnya maksimal 35 tahun. Menurutnya, karyawan di usia ini memiliki kecenderungan menyukai tantangan serta siap memberikan performa terbaik bagi perusahaan.

“Saya sebenarnya juga ingin mengantarkan karyawan langsung bersama Pertamina. Namun ada beberapa kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan,” ungkapnya.

Manajemen Total masih mempertimbangkan penawaran agar turut andil dalam pengelolaan Blok Mahakam. Pemerintah Indonesia menawarkan hak pengelolaan Blok Mahakam maksimal sebesar 39 persen bersama Pertamina Hulu Mahakam.

Artikel Selanjutnya
Kementerian ESDM Lelang 25 Blok Migas di Februari 2018
Artikel Selanjutnya
PetroChina Ingin Kontribusi Garap Blok Mahakam