Sukses

Perusahaan Terkeren di 2017

Liputan6.com, Jakarta - Halaman depan media massa banyak dipenuhi pemberitaan negatif mengenai keadaan sebuah perusahaan akhir-akhir ini, mulai dari skandal pelecehan seksual hingga perbuatan memalukan CEO perusahaan.

Namun ternyata, kinerja perusahaan tak hanya catatan buruk tersebut. Masih ada perusahaan yang melakukan hal-hal keren tahun ini.

Mulai dari perusahaan yang tetap membayar gaji karyawan, meski tidak bekerja karena ada Badai Maria hingga memberikan sandang bermerek kepada karyawan baru.

Berikut ini tujuh perusahaan terbaik dikutip dari Glassdoor, Jumat (5/1/2018).

1. TJ Maxx

Perusahaan ini berpusat di Framingham, MA, TJX Companies memiliki dan mengoperasikan department store yang menjual pakaian dan dekorasi rumah dengan merek spesifik TJ Maxx, Marshalls, dan HomeGoods Associates.

Huffington Post melaporkan bahwa presiden Perusahaan TJX masih membayar gaji karyawan mereka di Puerto Rico yang tokonya ditutup atau hancur karena Badai Maria.

Dilaporkan, Badai Maria menghancurkan Puerto Rico pada September tahun ini. TJX tetap memberikan nafkah kepada karyawan mereka selama hampir enam minggu. Hal ini dinilai sebagai langkah yang sangat penting bagi kemanusiaan dan memberikan fasilitas bagi karyawan.

2. Sprout Social

Sebuah perusahaan social media engagement dan analytics yang berbasis di Chicago, Sprout Social, menjelaskan banyak hasil riset mereka tentang menggunakan media sosial, terutama membangun hubungan baik dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Mereka jelas mempraktikkan apa yang mereka katakan. Saat ini Sprout Social memiliki 72 ribu followers di Facebook dan 89 ribu followers di Twitter.

 

1 dari 3 halaman

3. Facebook

Didirikan pada 2004, Facebook adalah situs jejaring sosial gratis yang mempromosikan dan memfasilitasi interaksi antara teman, keluarga dan masyarakat luas. Mereka juga pernah memenangi penghargaan Glassdoor’s Employees’ Choice Award sebagai Tempat Terbaik untuk Bekerja 2018.

Dengan 2 miliar pengguna bulanan, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengungkapkan misi mereka sebagai tempat untuk membangun komunitas dan membuat dunia jadi lebih dekat.

Bekerja di Facebook berarti memberi dampak pada miliaran orang di seluruh dunia setiap harinya. Facebook membangun produk dan layanan dengan tujuan mendekatkan banyak orang.

Facebook percaya bahwa setiap koneksi yang dilakukan membawa kita ke arah yang lebih baik di mana ide dan pengetahuan dapat dibagi secara bebas.

4. The Freelancer’s Union

The Freelancer’s Union adalah kelompok advokasi yang mempromosikan pendidikan, advokasi, dan layanan sosial. Mereka memberikan asuransi kesehatan, akses pendidikan, dan kupon diskon kepada freelancer, konsultan, dan kontraktor independen yang menjadi anggota mereka.

Pada 2017, The Freelancer's Union bermitra dengan UpWork dan berbagi data seputar kesempatan kerja bagi para freelancer atau kontraktor independen. Mengingat fakta bahwa lebih dari sepertiga orang Amerika dan hampir setengah dari pekerja milenial adalah freelancer, tidak mengherankan bahwa penelitian memperkirakan bahwa sebagian besar angkatan kerja AS akan menjadi freelancer pada 2027.

Apa yang dilakukan The Freelancer Union merupakan hal yang cukup unik dengan mempelajari, mengorganisasi, dan menemukan pilihan karier baru untuk generasi berikutnya.

5. Houzz

Berbasis di Palo Alto, California, Houzz menghubungkan pelanggan dengan perabotan, peralatan, dan aksesori rumah tangga yang ingin dibelinya tanpa harus meninggalkan situs tersebut untuk menyelesaikan pembelian.

Masuk dalam CNBC's Disruptor 50 List dan Perusahaan Startup Top versi LinkedIn, Houzz merepresentasikan atmosfer bekerja di startup. LinkedIn melaporkan bahwa suasana bekerja di Houzz terinspirasi oleh tema-tema seperti "British Tea Room" dan "Italian Closet."

Mereka juga menyediakan sepasang sandal sehingga karyawan merasa nyaman dan seperti bekerja dari rumah.

2 dari 3 halaman

6. Digital Ocean

DigitalOcean adalah aplikasi cloud untuk para pengembang. Mereka adalah perusahaan teknologi yang dinamis dan berkembang pesat yang melayani banyak komunitas IT di seluruh dunia. Mereka ingin menyederhanakan cloud computing dan menyelesaikan masalah seputar pemrograman bagi para developer.

Perusahaan ini melayani perusahaan pemrograman atau startup yang menginginkan hal yang simpel dan fleksibiel. Digital Ocean sempat membuat Amazon Web Services dan Microsoft Azure melirik mereka. Meskipun hanya memiliki 400 karyawan, mereka tetap bersemangat dan mampu menghasilkan pendapatan US$ 175 juta tahun ini dan siap untuk digunakan masyarakat luas.

7. Turbonomic

Turbonomic adalah perusahaan software virtual dan cloud. Mulai berjalan di awal tahun 2017 dan berhasil mengumpulkan US$ 50 juta dari General Atlantic. Nilai investasi Turbonomic lebih dari US$ 800 juta.

Mereka juga telah diakui oleh CRN® sebagai Innovator Tech CRN 2017 dan mendapat penghargaan dalam kategori Software - Enterprise Management.

Artikel Selanjutnya
Blockchain dan IoT Jadi Tren Teknologi Tahun Ini
Artikel Selanjutnya
Lepas Saham ke Publik, Valuasi Xiaomi Bisa Capai Rp 1.000 Triliun