Sukses

Konsumsi Solar dan Premium Turun Saat Natal dan Tahun Baru

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar bersubsidi menurun saat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sementara konsumsi BBM non subsidi mengalami kenaikan.

Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu‎ Fajar mengatakan, konsumsi Premium saat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 turun 27,01 persen, solar turun ‎7,64 persen dibandingkan 2016 . Dengan realisasi total konsumsi Premium mencapai 647.343 kiloliter (Kl) dan solar ‎bersubsidi 1.044.237 Kl.

‎"Dibanding 2017 premium, solar mengalami penurunan premium dan solar bersubsidi," kata Ibnu, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (8/1/2018).

‎Peningkatan konsumsi terjadi pada BBM non subsidi jenis Pertamax naik 21 persen, menjadi 17 ribu Kl dibandingkan periode tahun lalu yang hanya mencapai 14 ribu Kl.

Sedangkan Pertamax Turbo, naik mencapai 53 persen dari 515 Kl menjadi 790 Kl. Sementara itu, peningkatan konsumsi Pertalite nyaris mencapai 50 persen pada periode Natal dan Tahun Baru tahun ini, menjadi 49 ribu Kl.

Pada Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 sebelumnya, kebutuhan Pertalite hanya 34 ribu Kl. Kenaikan kebutuhan juga diikuti oleh Dex Series (solar non subsidi), tercatat kenaikan Pertamina Dex sebesar 79 persen, dari 2,2 ribu Kl tahun ini dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar 1,2 ribu Kl.

Sedangkan, Dexlite mengalami kenaikan tertinggi sebesar 121 persen. Konsumsi Dexlite sebesar 1,7 ribu Kl pada periode tahun ini, meningkat dari konsumsi sebelumnya yang hanya mencapai 751 Kl.

Untuk menjamin pasokan BBM selama Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan cadangan operasional BBM untuk  bensin 25,8 hari, solar 24,5 hari dan minyak tanah 53,5 hari.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

 

1 dari 2 halaman

Konsumsi Pertamax Naik

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada masa Natal dan Tahun Baru mengalami peningkatan.

Dalam tiga pekan ini, konsumsi Pertamax series, yakni Pertamax dan Pertamax Turbo naik signifikan. Pertumbuhan konsumsi kedua produk unggulan tersebut mencapai 67 ribu KL, atau naik 37 persen dibanding periode sama tahun lalu, yakni 49 ribu KL.

Secara rinci, konsumsi Pertamax terbukukan naik 21 persen, menjadi 17 ribu KL dibandingkan periode satgas tahun lalu yang hanya mencapai 14 ribu KL. Sedangkan Pertamax Turbo, kenaikannya mencapai 53 persen, dari 515 KL menjadi 790 KL.

Sementara itu, peningkatan konsumsi Pertalite nyaris mencapai 50 persen pada periode Natal dan Tahun baru ini, menjadi 49 ribu KL. Pada Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 sebelumnya, kebutuhan Pertalite hanya 34 ribu KL.

Kenaikan kebutuhan juga diikuti oleh Dex Series. Tercatat lonjakan Pertamina Dex sebesar 79 persen pada tiga pekan ini, dari 2,2 ribu KL tahun ini dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar 1,2 ribu KL.

Sedangkan, Dexlite membukukan kenaikan tertinggi, sebesar 121 persen. Pemakaian Dexlite sebesar 1,7 ribu KL pada periode satgas tahun ini, melesat jauh dari konsumsi sebelumnya yang hanya mencapai 751 KL.

Artikel Selanjutnya
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pertamina Khawatir Ganggu Investasi
Artikel Selanjutnya
Harga BBM Pertamina Lebih Murah dari Negara Lain