Sukses

Ratu Prabu Energi Buka Suara soal Proyek LRT Rp 320 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana pembangunan light rail transit (LRT).

Mengutip keterbukaan informasi ke BEI, Senin (8/1/2018), perseroan menyatakan kalau pengembangan proyek LRT akan dilakukan oleh PT Ratu Prabu selalu pemegang saham PT Ratu Prabu Energi Tbk.

Perseroan juga menyatakan tidak ada informasi penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

Berdasarkan data RTI, pemegang saham PT Ratu Prabu Energi Tbk per 30 November 2017 antara lain PT Ratu Prabu sebesar 35,35 persen, DP Bukit Asam sekitar 9,37 persen, dan publik kurang dari lima sebesar 55,27 persen.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan siap membangun LRT berkelas dunia. Sandiaga akan bekerja sama dengan dunia usaha untuk garap LRT tersebut.

"Tadi kita kedatangan grup Ratu Prabu Energi. Salah satu usaha besar di Indonesia yang membawa konsep yang sudah cukup matang, yaitu membangun lebih dari 200 kilometer tambahan LRT di wilayah Jakarta dan sekitarnya," ujar Sandiaga, di Balai Kota, Kamis 4 Januari 2018.

Menurut Sandiaga, total investasi atas proyek LRT ini sekitar US$ 25 miliar dan akan dibangun dalam periode lima tahun yaitu dari 2020 hingga 2025. Adapun total dana yang digalang, sekitar Rp 320 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

BEI Minta Penjelasan Ratu Prabu Energi

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta keterangan PT Ratu Prabu Energi Tbk terkait rencana pembangunan light rail transit (LRT). Rencananya, perseroan akan membangun LRT dengan nilai investasi US$ 25 miliar.

"Berita tersebut akan kami konfirmasi menggunakan permintaan penjelasan atas berita media massa," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat kepada Liputan6.com seperti ditulis di Jakarta, Senin 8 Januari 2018.

PT Ratu Prabu Energi Tbk merupakan perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ARTI.

Bila melihat pergerakan saham perseroan selama lima tahun ini, mengutip data RTI, harga saham PT Ratu Prabu Energi Tbk cenderung turun.

Pada 11 April 2013, saham PT Ratu Prabu Energi Tbk sempat berada di level tertinggi Rp 395. Kemudian pada 3 November 2016, harga saham ARTI sempat berada di level tertinggi Rp 263. Harga sahamnya pun terus merosot menjadi Rp 68 pada 5 Desember 2016.

Harga saham PT Ratu Prabu Energi Tbk pun sempat sentuh level Rp 50 pada 4 November 2016. Hal itu berlanjut hingga perdagangan saham 5 Januari 2018.

Artikel Selanjutnya
LRT Jabodebek Beroperasi Oktober 2019
Artikel Selanjutnya
LRT Jabodebek Ditargetkan Beroperasi di Oktober 2019