Sukses

Dolar AS Menguat, Harga Emas Tertekan Tipis

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun tipis pada perdagangan Selasa karena terbebani oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran akan ketidakpastian politik di Eropa. Selain itu, bursa saham yang terus positif juga menekan harga emas.

Sementara, harga paladium mencatatkan rekor tertinggi sepanjang Januari didorong oleh kenaikan permintaan dari industri otomotif.

Mengutip Reuters, Rabu (10/1/2018), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen ke level US$ 1.312,58 per ounce pada pukul 1.36 waktu London. Pada pekan lalu, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 15 September di US$ 1.325,86 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun US$ 6,70 atau 0,5 persen ke level US$ 1.313,70 per ounce.

Untuk paladium diperdagangkan naik 0,1 persen pada US$ 1.101,55 per ounce setelah menyentuh rekor baru tertinggi di US$ 1.111,40 per ounce.

Nilai tukar dolar AS naik 0,2 persen terhadap kesepanjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Selasa. Kenaikan dolar AS tersebut membuat harga komoditas menjadi mahal bagi investor yang melakukan transaksi dengan mata uang lainnya.

"Dolar AS telah bangkit kembali karena pelemahan euro," jelas Jonathan Butler, analis komoditas Mitsubishi di London.

Selain itu, reli di pasar saham juga menekan harga emas. "Semua sentimen tersebut membuat harga emas sedikit goyah pada pekan ini," tambah dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Antam Betah di Posisi Rp 628 Ribu per Gram
Artikel Selanjutnya
Imbal Hasil Surat Utang AS Naik, Harga Emas Tertekan