Sukses

Tambahan Pasokan Listrik di 2017 Tak Capai Target

Liputan6.com, Jakarta - Target penambahan pasokan listrik pada 2017 tidak tercapai. Sedangkan untuk tahun ini pemerintah menargetkan listrik Indonesia bertambah menjadi 65 ribu Mega Watt (MW).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, pada tahun lalu target pasokan listrik Indonesia sebesar 62 ribu MW. Namun ternyata realisasi penambahan pasokan listrik hanya 60 ribu MW atau kurang 2 ribu dari target.

"Pembangkit yang terpasang baru 60 ribu Mw, sedangkan targetnya 62 ribu MW‎," kata Andy, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (10/1/2017).

Meski target tahun lalu tidak tercapai, tetapi pemerintah meningkatkan target pasokan listrik Indonesia untuk tahun ini menjadi 65‎ ribu Mw. Menurut Andy, tambahan pasokan listrik tersebut berasal dari pembangkit program 35 ribu MW yang beroperasi pada tahun ini.

"Pada 2018 ditargetkan 65 ribu MW, saya kira itu bisa terlampaui dengan adanya program 35 ribu MW," ujarnya.

Meskipun target pasokan listrik baru pada tahun lalu tidak tercapai, tetapi pemerataan kelistrikan atau rasio elektrifikasi di 2017 melebihi target, yaitu sebesar 94,91 persen sedangkan targetnya 92,75 persen.

"Per awal tahun 31 Desember 2017 rasio elektrifikasi kita sudah mencapai 94,51 persen sudah di atas target 2017 92,75 persen," tutup Andy.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

PLN Tambah Pasokan Listrik 400 MW di Aceh

Sebelumnya PT PLN (Persero) melalui anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menambah pasokan listrik di Nanggroe Aceh Darussalam demi dongkrak kegiatan ekonomi di Bumi Serambi Mekkah.

Pasokan listrik di area Sumatera bagian utara (Sumbagut) yaitu Aceh dan Sumatera Utara saat ini lebih banyak disalurkan dari Tanah Tapanuli. Sementara itu, jumlah pembangkit listrik di kawasan Aceh masih terhitung sedikit.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan, pihaknya menargetkan untuk menambah pasokan listrik di Aceh sebesar 400 Mega Watt (MW) pada 2018. Hal itu dilaksanakan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

"Aceh saat ini memiliki dua PLTMG, yakni di Krueng Raya yang berkapasitas 50 MW dan PLTMG Arun sebesar 250 MW. Pada tahun ini, kita akan tambahkan satu PLTMG lain di Krueng Raya dengan kapasitas 100 MW," tutur Iwan pada Kamis (4/1/2018).

Dia menjelaskan, tambahan pasokan listrik itu akan berguna demi mendorong perkembangan investasi industri setempat yang dinilai masih belum memadai. "Tambahan listrik akan sangat mendongkrak sektor industri di Aceh, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe," ujar dia.

Iwan menilai, industri di KEK Arun akan dapat beroperasi lancar pada dua sampai tiga tahun mendatang, jika target penambahan listrik 400 MW tercapai.

"Kita berharap, jika target jaringan listrik itu tercapai, maka jalannya kegiatan industri serta pertumbuhan ekonomi di Aceh otomatis akan terdongkrak," imbuh Iwan.

 

Artikel Selanjutnya
Terbesar di ASEAN, PLTB Sidrap Beroperasi Februari 2018
Artikel Selanjutnya
Tak Capai Target, Konsumsi Listrik RI di Bawah 2 Negara Tetangga