Sukses

Tak Capai Target, Konsumsi Listrik RI di Bawah 2 Negara Tetangga

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, konsumsi listrik nasional pada 2017 ‎belum mencapai target. Kondisi ini membuat konsumsi listrik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Singapura.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsama Sommeng mengatakan, realisasi konsumsi listrik Indonesia pada 2017 mencapai 1.012 kilo Watt hour (kWh) per kapita, di bawah target yang dicanangkan sebesar 1.058 kWh per kapita.

‎"Konsumsi listrik target 1.058 kWh per kapita, baru 1012 kWh per kapita," kata dia di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Menurut Andy, konsumsi listrik per kapita Indonesia masih jauh lebih rendah dari negara tetangga. Berdasarkan data International Energy Agency 2016, konsumsi listrik Malaysia ‎4.640 kWh per kapita sedangkan Singapura 8.950 kWh per kapita.

‎"Di Malaysia 4 kali dari kita, di Singapura 8 kali kita (konsumsi listrik per kapitanya)," ujar Andy.

Andy mengungkapkan, tidak tercapainya konsumsi listrik Indonesia pada 2017 diakibatkan tutupnya industri dan beberapa pusat perbelanjaan sepanjang 2017.‎

"Ini kemarin itu memang banyak di 2017 beberapa industri mungkin shutdown. Kemudian juga ada misalnya bisnis ritel, ada mall itu kan konsumsi listrik lumayan, ada beberapa perusahaan sudah mulai gak ada dan ini mempengaruhi," paparnya.

Andy menuturkan, untuk meningkatkan konsumsi listrik per kapita rencananya akan diterapkan program penambahan daya gratis, untuk golongan pelanggan di atas 1.300 Volt Amper (VA).

"Kita ingin mempercepat ini tadinya penambahan daya itu tujuannya ke situ. Mempercepat itu dalam rangka meningkatkan konsumsi listrik per kapita,‎" dia menandaskan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Tambahan Pasokan Listrik di 2017 Tak Capai Target

Target penambahan pasokan listrik pada 2017 tidak tercapai. Sedangkan untuk tahun ini pemerintah menargetkan listrik Indonesia bertambah menjadi 65 ribu Mega Watt (MW).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, pada tahun lalu target pasokan listrik Indonesia sebesar 62 ribu MW. Namun ternyata realisasi penambahan pasokan listrik hanya 60 ribu MW atau kurang 2 ribu dari target.

"Pembangkit yang terpasang baru 60 ribu Mw, sedangkan targetnya 62 ribu MW‎," kata Andy, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (10/1/2017).

Meski target tahun lalu tidak tercapai, tetapi pemerintah meningkatkan target pasokan listrik Indonesia untuk tahun ini menjadi 65‎ ribu Mw. Menurut Andy, tambahan pasokan listrik tersebut berasal dari pembangkit program 35 ribu MW yang beroperasi pada tahun ini.

"Pada 2018 ditargetkan 65 ribu MW, saya kira itu bisa terlampaui dengan adanya program 35 ribu MW," ujarnya.

Meskipun target pasokan listrik baru pada tahun lalu tidak tercapai, tetapi pemerataan kelistrikan atau rasio elektrifikasi di 2017 melebihi target, yaitu sebesar 94,91 persen sedangkan targetnya 92,75 persen.

"Per awal tahun 31 Desember 2017 rasio elektrifikasi kita sudah mencapai 94,51 persen sudah di atas target 2017 92,75 persen," tutup Andy.

 

Artikel Selanjutnya
Pemasangan Jaringan Gas Rumah Tangga Sulit Capai Target
Artikel Selanjutnya
Terbesar di ASEAN, PLTB Sidrap Beroperasi Februari 2018