Sukses

7 Jurus Anti Susah Setelah Menggelar Pesta Pernikahan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pasangan yang mengeluh menemui kesulitan keuangan setelah menikah. Dana yang dibutuhkan untuk menggelar pesta memang cukup besar. Jumlahnya bahkan bisa sampai ratusan juta rupiah. Hal ini tentu bukan sesuatu yang diharapkan pasangan muda.

Untuk menghindari hal itu, termasut terbelit utang, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasangan yang baru menikah. Tentu, supaya pasangan enggak memulai mahligai perkawinan dengan hidup susah. Berikut adalah 7 tips anti-susah pasca mengadakan pesta pernikahan dari Swara Tunaiku:

1. Menyusun prioritas

Sebagian besar orang memberikan hadiah dalam bentuk amplop di pesta pernikahan. Hadiah uang ini bisa kamu gunakan untuk membiayai kebutuhan esensial.

Caranya adalah dengan menyusun prioritas pembayaran mulai dari cicilan rumah, kendaraan, atau cicilan lainnya. Dalam membuat prioritas ini, utamakan komunikasi agar nggak ada salah paham.

2. Membuka rekening bersama

Keuangan pasangan secara otomatis menyatu setelah sah menjadi suami istri. Dengan demikian, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah membuka rekening bersama. Rekening ini berfungsi untuk menyimpan penghasilan dan dana yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

3. Menentukan pengelola keuangan rumah tangga

Agar pengelolaan keuangan rumah tangga berjalan dengan baik, ada baiknya pasangan memilih salah satu untuk mengatur finansial bersama. Hal ini bisa dilakukan suami atau istri, selama memiliki kemampuan dan rela untuk melakukannya.

Salah tugas pengelola keuangan rumah tangga adalah mencatat semua pemasukan dan pengeluaran dengan rinci, termasuk hadiah uang dari para undangan.

 

1 dari 3 halaman

4. Mencatat anggaran dengan rinci

Hal ini wajib dilakukan oleh pengelola keuangan rumah tangga. Catat pemasukan dan pengeluaran hingga detil terkecil. Jangan lupa menyimpan nota supaya membantumu dalam mengingat segala hal.

Hal ini berguna agar pasangan yang baru menikah dapat melacak aliran uang. Selain itu, catatan anggaran rumah tangga bisa menjadi bahan evaluasi keuangan pasangan muda di waktu depan.

5. Menabung

Bila sama-sama bekerja, suami dan istri wajib untuk menyisihkan sebagian uang untuk tabungan bersama. Demikian pula bila hanya salah satu yang bekerja. Diskusikan dengan pasangan jenis tabungan yang hendak dipilih dan berapa jumlah yang harus ditabung setiap bulan.

Pertimbangkan pula untuk memulai investasi. Topik ini bisa menjadi bahasan awal dengan pasangan, apakah kalian memilih investasi saham, reksa dana, atau logam mulia.

2 dari 3 halaman

6. Mengutamakan kebutuhan

Setelah menikah, pasangan muda harus sama-sama mengontrol diri agar nggak menganut gaya hidup konsumtif. Selain itu, pasangan muda harus sepakat untuk selalu mengutamakan kebutuhan dari keinginan.

Lebih baik menggunakan uang lebih sebagai modal investasi dibandingkan menghamburkannya ke barang-barang bermerek atau makan di restoran mewah. Artikel Terkait: Ini Urutan Zodiak dari yang Paling Boros Hingga Hemat, Kamu Termasuk yang Mana?

7. Menyiapkan dana cadangan

Setelah menikah, kejadian nggak terduga bisa saja terjadi. Karena itu, pasangan muda harus menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi hal tersebut. Dana ini bisa digunakan untuk hal-hal bersifat darurat seperti biaya rumah sakit atau perbaikan rumah.

Sebaiknya hindari mengutang ke keluarga bila menemui kesulitan. Dengan cara ini, pasangan muda bisa belajar hidup mandiri secara finansial. Artinya, tidak lagi mengharapkan bantuan dari keluarga masing-masing.

Keuangan rumah tangga memang sangat penting. Selain itu, keuangan yang baik merupakan salah satu kunci utama agar kehidupan rumah tangga tetap harmonis. Karena itu, pasangan muda harus bekerja sebagai tim untuk menjaga stabilitas keuangan. Dan jika pun ada tantangan, dihadapi bersama.

 

Artikel Selanjutnya
Hijup Berkolaborasi dengan Resik V Buat Arisan Lain Dari Biasanya
Artikel Selanjutnya
7 Kesalahan Umum Perencanaan Pernikahan Sederhana