Sukses

Usai Tertekan Cukup Dalam, Dolar AS Kembali Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis ini. Dolar AS mampu menguat kembali usai mengalami tekanan yang cukup dalam di Asia.

Mengutip Bloomberg, Kamis (11/1/2018), rupiah dibuka di angka 13.431 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.425 per dolar AS.

Sejak pagi jingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.404 per dolar AS hingga 13.436 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 0,97 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.427 per dolar AS. Patokan pada kamis ini menguat jika dibandingkan dengan Rabu kemarin yang ada di angka 13.449 per dolar AS.

Dolar AS mulai kembali menguat di Asia setelah mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan Rabu kemarin. Terhadap yen Jepang, dolar AS mampu naik 0,1 persen menjadi 111,54 yen.

Rabu kemarin dolar AS melemah setelah adanya kabar bahwa China akan mengurangi atau bahkan menghentikan langkah pembelian surat utang AS.

Salah satu pejabat di dalam pemerintahan China menyebutkan bahwa ada rekomendasi untuk menghentian surat utang AS. Hal tersebut juga terkait rencana China untuk menata cadangan devisa mereka.

Namun, analis Oanda Singapura Stephen Innes menjelaskan, tidak mungkin China melakukan hal tersebut. " Sangat tidak mungkin China akan menghentikan pembelian surat utang AS," jelas dia.

Saat ini, investor tengah fokus kepada rencana Bank Sentral Jepang untuk menghentikan pembelian obligasi pemeirntah Jepang dalam operasi pasar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Kekhawatiran Penutupan Pemerintahan AS Dorong Penguatan Rupiah
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam 4 Bulan