Sukses

Catat! Ini Rencana Keuangan yang Cocok untuk Usia 20-an

Liputan6.com, Jakarta - Apakah tahun ini usia Anda sudah masuk dua dasarwasa? Jika ya, maka itu tandanya Anda sudah berhak menentukan pilihan dan mengambil keputusan secara rasional.

Itu artinya, Anda sudah bisa dituntut bertanggung jawab dengan hidup Anda sendiri, termasuk dalam kehidupan finansial.

Banyak orang sudah mulai bekerja di awal usia 20-an, itu artinya mereka sudah memiliki pendapatan sendiri dan sudah saatnya untuk hidup mandiri.

Jadi, menjadi sangat penting bagi mereka yang memasuki usia 20-an untuk mulai menyusun perencanaan keuangan, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Ingat, pengelolaan keuangan yang benar menjadi salah satu faktor penting dalam peta mencapai kemerdekaan finansial di masa yang akan datang.

Namun sayangnya, masih banyak anak muda yang salah langkah. Mereka merasa cukup ketika pendapatannya bisa menutup kebutuhan.

Mereka pun lupa menyusun perencanaan keuangannya sejak dini. Hal ini sering terbawa hingga ke tahapan selanjutnya, hingga tak terasa masa pensiun sudah di depan mata.

Jika tak ingin hal ini menimpa Anda juga, maka mulailah menyusun perencanaan keuangan mulai dari sekarang. Mulailah menyusun perencanaan keuangan untuk keadaan darurat, rencana jangka menengah, dan rencana dana pensiun.

Selain itu, ada juga beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari, agar tidak terjerat pada masalah keuangan di kemudian hari. Untuk lebih lengkapnya, perhatikan paparan dari Danaxtra berikut ini:

 

1 dari 5 halaman

1. Hindari Sikap Boros

Banyak anak muda yang menghamburkan uangnya hanya untuk bersenang-senang, seperti sering nongkrong di tempat-tempat mahal yang kadang tak terjangkau dengan gaji mereka, atau belanja secara impulsif hanya untuk menyenangkan hatinya.

Jika Anda termasuk kelompok ini, maka segera hentikan kebiasaan buruk ini. Karena, cepat atau lambat, kebiasaan buruk ini akan memunculkan masalah bagi Anda. Lebih baik, Anda mulai menyusun anggaran bulanan.

Jika memang belanja atau nongkrong menjadi kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan, maka anggarkan dana khusus untuk hal ini. Pastikan uang yang Anda belanjakan untuk hal ini tidak melebihi anggaran yang Anda patok.

Sesekali merogoh uang untuk ‘membeli’ pengalaman memang tak ada salahnya, namun jika terlalu sering dan itu melebihi kemampuan Anda justru hanya akan membuat tekor. Mulai sekarang, berbelanjalah sesuai kebutuhan dan selalu sisihkan sebagian pendapatan Anda untuk ditabung.

Mungkin perubahan mendadak ini akan membuat Anda tertekan, tetapi dalam jangka panjang, cara ini dijamin akan membuat Anda bahagia.

2 dari 5 halaman

2. Mulailah Menabung

Banyak orang tidak memiliki perencanaan keuangan untuk keadaan darurat saat berusia 20-an. Mereka merasa telah cukup, ketika memiliki cukup uang di bank yang dapat digunakan untuk membayar sewa indekos dan membeli barang kebutuhan sehari-harinya, sehingga akhirnya mereka lupa untuk membuat perencanaan keadaan darurat.

Padahal, perencanaan keuangan untuk keadaan darurat wajib hukumnya, karena kita tidak bisa menduga apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Mungkin saat ini kondisi Anda baik-baik saja, namun masalah bisa datang kapan saja tanpa kita duga bukan?

Mulai sekarang, sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan Anda untuk ditabung. Jadi, jika gaji Anda Rp 5 juta, maka pastikan Anda hanya membelanjakan Rp 4,5 juta setiap bulannya.

Cobalah untuk mulai menabung hingga setidaknya ada uang yang terkumpul hingga 6 bulan biaya hidup, yang mampu menutup biaya yang dibutuhkan dalam keadaan darurat, seperti sakit, kendaraan rusak, dan kejadian tak terduga lainnya. Manfaatnya, Anda tak perlu kalang kabut mencari utangan jika menghadapi keadaan darurat.

Jika jumlah minimum ini sudah terpenuhi, maka Anda bisa mulai mencari jenis tabungan yang juga memberikan manfaat investasi. Jika Anda disiplin dengan perencanaan keuangan ini, tanpa Anda sadari Anda akan memiliki tabungan yang cukup untuk membeli kebutuhan yang lebih mahal, seperti mobil ataupun rumah.

3. Hindari Jeratan Utang Kartu Kredit

Utang kartu kredit menjadi salah satu masalah keuangan yang banyak dihadapi kaum muda. Kartu kredit memang memberi banyak kemudahan, terutama untuk mereka yang hobi belanja. Namun, kartu kredit juga bisa menjadi jebakan keuangan.

Jika Anda memakai kartu kredit hingga batas maksimal tapi memilih pembayaran minimum, maka tanpa Anda sadari ini akan menggali sendiri jebakan utang.

Anda mungkin baru bisa melunasi kartu kredit di usia 30-an. Padahal, di usia tersebut, kebutuhan juga terus meningkat, seperti biaya untuk menikah, membeli rumah, melahirkan, dan sederet kebutuhan lainnya.

Sulit untuk menyimpan uang jika Anda terjebak utang kartu kredit. Jadi, jika sekarang Anda masih memiliki utang kartu kredit segera lunasi! Setelah itu, gunakan kartu kredit hanya untuk hal-hal mendesak saja.

3 dari 5 halaman

4. Susun rencana keuangan jangka panjang

Mayoritas mereka yang berada di usia 20-an, terjebak dalam rutinitas tujuan keuangan jangka pendek, seperti membayar sewa dan tagihan.

Jarang dari mereka yang memiliki rencana keuangan jangka panjang. Padahal, perencanaan keuangan jangka panjang memegang peran penting untuk kemandirian finansial Anda.

Mulai sekarang, ada baiknya untuk mulai memutuskan berapa banyak uang yang ingin Anda simpan dalam setahun dan mulailah susun strategi untuk mencapai tujuan itu.

Percayalah, suatu saat perencanaan keuangan jangka panjang ini akan sangat berguna. Jika Anda disiplin dengan perencanaan yang Anda susun, bukan tidak mungkin apa yang Anda impikan-- baik itu jalan-jalan keliling dunia, memiliki rumah sendiri atau bahkan mempunyai usaha sendiri--akan menjadi kenyataan.

5. Mulai memikirkan dana pensiun

Banyak orang baru mulai bekerja di usia 20-an, sehingga masa pensiun masih terasa sangat lama. Meski demikian, jangan menjadi lengah karenanya. Ada baiknya untuk mempersiapkan uang pensiun sejak dini, sebelum Anda disibukkan dengan berbagai kebutuhan yang terus meningkat.

Mulailah mencari informasi dari perusahaan tempat Anda bekerja, apakah menyediakan program dana pensiun atau tidak. Jika perusahaan tempat Anda bekerja menyediakan program dana pensiun yang biasanya ditanggung bersama dengan masing-masing pekerja, manfaatkan kesempatan dan fasilitas ini semaksimal mungkin. Karena ini berarti Anda menerima 'uang gratis' dari perusahaan.

Undang-undang Ketenagakerjaan mewajibkan perusahaan mengalokasikan sejumlah uang tertentu untuk jaminan hari tua pekerjanya. Jadi, jangan pernah malu menanyakan hal ini kepada bagian HRD perusahaan tempat Anda bekerja.

4 dari 5 halaman

6. Mulai investasi

Generasi milenial biasanya punya sederet panjang tujuan keuangan dan keinginan-keinginan jangka pendek, seperti jalan-jalan, fesyen, mengganti gadget, beli mobil, beli apartemen, dan lain sebagainya. Namun, mereka sering lupa mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang.

Padahal, usia 20-an adalah 'usia emas' untuk memulai investasi jangka panjang. Mengapa? Karena investasi butuh waktu yang tidak sebentar agar hasilnya bisa maksimal. Jadi, bila Anda memulai lebih awal, maka kemungkinan untuk menuai hasil lebih akan terbuka lebar.

Sebagai contoh, bila Anda berusia di pertengahan 20-an atau 25 tahun, maka masih ada waktu lebih dari 30 tahun sebelum pensiun.Jika Anda menyisihkan Rp 500 ribu per bulan dan diinvestasikan ke instrument keuangan yang memberikan return 12 persen rata-rata per tahun selama 30 tahun, maka nilainya akan menjadi miliaran rupiah.

Dari simulasi, jika dana pensiun yang dibutuhkan Rp 2 miliar dengan perhitungan return investasi 12 persen per tahun dan usia pensiun 55 tahun, maka dana yang harus diinvestasikan ketika Anda mulai berusia 25 tahun hanya Rp 8,3 juta setahun.

Sementara jika Anda baru memulai pada usia 35 tahun, maka dana yang dibutuhkan akan membengkak menjadi Rp 27,8 juta setahun dan Rp 114 juta setahun.

Jadi, jangan lagi menunda-nunda. Jangan sia-siakan masa muda Anda dan mulailah susun rencana keuangan jangka pendek, jangka menengah, dan rencana keuangan jangka panjang. Dan mulai lakukanlah dari sekarang!

Artikel Selanjutnya
4 Manfaat Bangun Bisnis bagi Generasi Milenial, Apa Saja?
Artikel Selanjutnya
Planet yang Menguasai Anda sejak Usia 0 sampai 70 Tahun