Sukses

Asian Games Picu Pertumbuhan Konsumsi Listrik

Liputan6.com, Jakarta PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 6 persen pada tahun ini. Salah satu pemicu pertumbuhan listrik tersebut adalah penyelenggaraan kompetisi olahraga se Asia (Asian Games) 2018.

General Manajer PLN Disjaya M. Ikhsan Asaad memperkirakan, konsumsi listrik Jakarta saat ini mencapai 34 ribu Mega Watt (MW). Targetnya konsumsi listrik meningkat 6 persen pada tahun ini.

"Perkiraan Disjaya tahun ini akan‎ tahun ini kita akan tumbuh sekitar 6 persen, kami optimis bisa mencapai itu," kata Ikhsan, di Cilandak, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Ikhsan mengaku optimis perkiraan tersebut bisa tercapai. Pasalnya, pada tahun ini akan diselenggarakan perhelatan olahraga akbar, Asian Games 2018 di Jakarta yang membutuhkan pasokan listrik besar.‎

"Optimis karena banyak sekali, apalagi ada Asian Games, untuk itu sekali lagi kita perkuat pasokannya," ujarnya.

Menurut Ikhsan, PLN Disjaya telah mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik, dengan membangun infrastruktur dan menjamin ketersediaan pasokan listrik yang handal. Kondisi ini juga akan mendorong investasi datang ke Jakarta.

"Karena kan juga mendorong investasi datang ke Jakarta, bisnis-bisnis sudah mulai bergairah dan yang lebih diutamakan yaitu kalau di Jakarta sebenarnya bagaimana masyarakat mudah menikmati ‎listrik," tutup Ikhsan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

PLN Disjaya Tanam Kabel 1.500 KMS Buat Asian Games

PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menanam kabel bawah tanah sepanjang 1.500 kilometer sirkit (kms),‎ untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik Jakarta saat ajang kompetisi olahraga se-Asia Tenggara (Asian Games) 2018.

General Manajer PLN Disjaya M. Ikhsan Asaad mengatakan, PLN disjaya berfokus pada pekerjaan kabel bawah tanah dengan menggunakan mesin boring Horisontal Direct Drilling (HDD). Biaya yang digelontorkan untuk membentangkan kabel sepanjang 1.500 kms tersebut kurang lebih Rp 250 miliar.

‎"Ini memang merupakan porgram kami, untuk memperkuat pasokan DKI Jakarta khususnya dalam menyambut Asian Games," kata Ikhsan, di Cilandak, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Ikhsan mengungkapkan, kabel bawah tanah tersebut merupakan program pembangunan infrastruktur kelistrikan pada 2018. Ditargetkan selesai sebelum Asian Games 2018 berlangsung pada Agustus 2018.

"Di tahun 2018 kita rencanakan kurang lebih membangun 1.500 kms kabel bawah tanah. Yang lebih penting bagaimana proyek ini selesai sebelum Asian Games 2018," tutur dia.

Dengan menggunakan teknologi mesin HDD ini, PLN Disjaya mendukung program pemerintah daerah untuk mewujudkan Jakarta yang rapi dan tertata, karena kabel kabel listrik sudah menggunakan saluran bawah tanah di setiap sudut ibu kota tanpa mengurangi kehandalan pasokan listrik ibu kota.

Mesin HDD merupakan mesin boring bawah tanah secara horizontal yang dapat di kendalikan, untuk penanaman pipa HDPE, sebagai saluran kabel XLPE. Keunggulan penggunaan mesin HDD adalah untuk memudahkan dalam gelar kabel Tegangan Menengah (TM). Selain itu juga mempermudah proses penarikan kabel dari satu titik ke titik lainnya.

Sedangkan untuk pipa nya menggunakan Pipa High Density Polyethylene (HDPE) yang merupakan pipa elastis, lentur, kuat terhadap tekanan, mengikuti pergerakan tanah, yang digunakan sebagai jalur masuknya kabel dan melindungi kabel XLPE tersebut dari tekanan tanah.

Jadi pasokan listrik selalu terjaga dengan handal karena Mesin HDD mampu mengebor hingga jarak 300 meter tanpa merusak fasilitas di atasnya.

"Itu memang semuanya harus ditanam di dalam tanah, karena dari sisi keandalan jauh lebih andal, yang kedua dari sisi estetika ibukota, diharapkan bahwa kabel-kabel kita rapih di pasang di bawah sehingga tidak kelihatan," ujar dia.

 

Artikel Selanjutnya
Terbesar di ASEAN, PLTB Sidrap Beroperasi Februari 2018
Artikel Selanjutnya
Asian Games Picu Pertumbuhan Konsumsi Listrik