Sukses

Cara JIEP Ubah Tampilan Kawasan Industri Pulogadung

Liputan6.com, Jakarta PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) menerapkan pintu otomatis electronic gate (E-Gate) sejak tahun 2015 di Kawasan Industri Pulogadung (KIP). Langkah ini, dianggap ampuh untuk mengantisipasi oknum-oknum tak bertanggung jawab merusak KIP.

Keberadaan sistem tersebut, membuat kawasan KIP yang kumuh menjadi lebih terawat.

Head of Secretary PT JIEP Purwati mengatakan, E-Gate berkontribusi dalam menekan angka kriminalitas di KIP. Dia mencontohkan sebelum pemberlakuan E-Gate KIP kerap dijadikan arena balap liar. Hal tersebut sudah tidak ditemukan pasca JIEP menerapkan E-Gate.

Dengan E-Gate, dia menuturkan, tidak semua orang bisa masuk secara leluasa. Dengan begitu, dia bilang, investor akan merasa nyaman.

"Sebagai kawasan terbatas sudah sepatutnya PT JIEP meningkatkan keamanan demi terciptanya kenyamanan bagi para tenant dan investor di KIP. Oleh karena itulah, kami menginisiasi sebuah sistem untuk meredam hal-hal buruk atau kejadian yang tidak diinginkan di KIP," kata dia dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Dia menambahkan, tidak semua orang dikenakan biaya saat memasuki KIP. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar KIP serta karyawan yang bekerja di KIP diberikan akses masuk. JIEP,  akan memberikan kartu (pass) masuk ke KIP.

"Kartu free pass yang diberikan oleh JIEP berlaku selama satu tahun. Per orang dapat mendaftarkan maksimal 2 kendaraan, setelah masa berlaku kartu habis pemohon dapat mengajukan perpanjangan ke Project Management Unit (PMU) Gate PT JIEP," tukas dia.

1 dari 2 halaman

Kemenperin Minta Dukungan Badan Usaha Energi demi Genjot Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap badan usaha di sektor energi untuk turut berpartisipasi mencapai target pertumbuhan industri 2018 yang ditetapkan sebesar 5,67 persen.

Sebab untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk soal kecukupan pasokan energi bagi industri.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar menyampaikan hal itu dalam‎ seminar bertema Outlook Ketahanan Energi untuk Mendukung Pertumbuhan Industri Nasional 2018.

‎Dia mengatakan, salah satu penopang pertumbuhan industri adalah sektor manufaktur. Sektor ini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia karena mampu memberikan efek turunan yang luas ke masyarakat.

Selain bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja, suatu kawasan industri bisa menggerakkan investasi dan meningkatkan nilai ekspor.

"Pada kuartal III 2017, realisasi pertumbuhan industri Indonesia 5,49 persen di atas realisasi pertumbuhan ekonomi 5,06 persen. Tahun 2018 kami targetkan 5,67 persen," ujar dia di Jakarta, Kamis (14/12/2017).‎

Haris mengungkapkan, kinerja industri manufaktur di tahun depan akan ditopang oleh beberapa sektor yaitu makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, kertas dan bubur kertas, farmasi, logam dasar, alat angkut, dan elektronika.

"Untuk dapat menjamin sektor-sektor industri itu bisa bekerja maksimal, diperlukan ketahanan dan jaminan pasokan energi yaitu gas dan listrik," ungkap dia.

Sementara itu, Head of Marketing and Product Development Division PGN Adi Munandir menyatakan, pihaknya siap mengamankan pasokan gas bumi untuk membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan industri tahun depan. "Kami siap membantu pemerintah dalam pengelolaan gas bumi terintegrasi," kata dia.

Menurut Adi, perencanaan dan aksi industri yang terintegrasi dengan distribusi gas bumi menjadi salah satu cara untuk menjaga pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

"Hanya dengan kebijakan gas terintegrasi, maka gas domestik bisa dimanfaatkan secara optimal untuk industri dalam negeri, sekaligus bisa mendukung terciptanya pasar baru," jelas dia.

Perusahaan pelat merah tersebut juga telah menyiapkan PGN 360degree integrated solution untuk mendukung pasokan gas bagi industri. Melalui program ini, PGN mengembangkan lini bisnis perusahaan di semua mata rantai distribusi mulai dari penyediaan, infrastruktur, pemanfaatan, dan layanan pendukungnya bagi pelanggan gas PGN.

Artikel Selanjutnya
REI: Pengembangan Kota Mandiri Mampu Cegah Urbanisasi
Artikel Selanjutnya
Dijamin Tidak 'Nyesel' Beli Rumah di Tangsel