Sukses

Holding Tambang Siapkan Dana Akuisisi Hak Partisipasi Rio Tinto

Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Inalum mengaku menyiapkan sumber pendanaan, untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto sebesar 40 persen, yang akan dikonversi sebagai saham PT Freeport Indonesia.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sumber pendanaan untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto berasal dari kas perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan yang dipimpin oleh Inalum.

"Inalum kasnya kuat, PT Bukit Asam kuat dan Timah kuat. Dari kas holding lumayanlah," kata Budi, di Gedung DPR‎, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Budi melanjutkan, selain dari kas holding BUMN tambang, sumber keuangan berikutnya berasal dari pinjaman dari berbagai sumber pendanaan untuk menambahkan kekurangan dana.

"Nanti dipinjam sedikitlah untuk menambahkan‎. Itu gunanya dibentuk Holding, supaya pendanaan bisa kuat," tutur dia.

Budi mengungkapkan, holding BUMN Tambang sudah membentuk tim untuk menghitung nilai hak partisipasi Rio Tinto. Tim tersebut dipimpin oleh PT Danareksa (Persero).

"Tim auditor, accounting, dan investor bank. Kami pasti nunjuk leadnya BUMN, kami minta Danareksa yang bantu valuasi harga," tutur dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

RI Bakal Akusisi Hak Partisipasi Rio Tinto di Freeport

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia akan mengakuisisi hak partisipasi perusahaan tambang Australia Rio Tinto, yang bekerjasama dengan Freeport McMoran dalam pengelolaan tambang Grasberg Papua.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, untuk memiliki saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen, maka hak partisipasi perusahaan lain yang telah bekerjasama dengan Freeport juga menjadi miliki nasional. Dalam hal ini adalah hak partisipasi Rio Tinto sebesar 40 persen.

"Untuk mencapai 51 persen, 40 persen participating interest Rio Tinto itu akan diakuisisi oleh BUMN yang ditugaskan oleh Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan BUMD dan suku-suku besar yang terkait dengan operasi Freeport Indonesia," kata Jonan, seperti ditulis Rabu 6 Desember 2017.

Jonan melanjutkan, selain mencaplok hak partisipasi Rio Tinto, sahamFreeportIndonesia sebesar 9 persen yang dibeli Freeport McMoran dari PT Indocopper ‎juga akan diakuisisi pihak nasional.

"Selanjutnya, kepemilikan saham FCX (Freeport McMoran) di PT Indocopper Investama sebesar 9 persen, juga akan dibeli oleh pemerintah Indonesia sehingga totalnya kurang lebih akan mencapai 51 persen," ungkap Jonan.

Terkait dengan proses perundingan pelepasan saham (divestasi) Freeport Indonesia sebesar 41,64 persen, untuk menggenapi menjadi 51 persen. Menurut Jonan saat ini perundingan tersebut masih berjalan.

"Sampai saat ini, negosiasi sudah dilakukan, dan mulai dibahas legal drafting soal akuisisi saham," jelasnya.

Untuk diketahui, Kerja samaFreeportMcMoran dengan Rio Tinto ‎dimulai 1995 untuk mengelola tambang Grasberg di Papua.

Rio Tinto memiliki hak 40 persen atas hasil produksi yang telah mencapai level tertentu.

Namun setelah 2021, Rio Tinto mendapat bagian 40 persen atas produksi tambang Grasberg.

Artikel Selanjutnya
Jonan: Harga Pasar 40 Persen Hak Partisipasi Rio Tinto Rp 43 T
Artikel Selanjutnya
Jonan: Antam Tak Bakal Mampu Kelola Tambang Bawah Tanah Freeport