Sukses

Terendam Banjir, 34 Wilayah di Jakarta Terkena Pemadaman Listrik

Liputan6.com, Jakarta PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) memadamkan listrik di 34 wilayah Jakarta yang mengalami banjir demi menjaga masyarakat dari hubungan arus pendek dan sengatan listrik yang berbahaya.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Selasa pagi (6/2/2018) dari situs resmi PLN Disjaya, wilayah Jakarta yang dipadamkan listriknya akibat banjir, meliputi area Lenteng Agung sebagian Pasar Minggu, Serengseng Sawah, Kalibata, Ranco, Poltangan, Pengadegan Timur, dan Tanjung Barat.

Area Kramat Jati meliputi ‎sebagian wilayah Dewi Sartika, Condet, Cawang, Cililitan Kecil. Area Jatinegara, Otista, Kebon Baru, Manggarai Utara, Kampung Pulo, Bukit Duri Utara, Kebon Pala, Bukit Duri Tanjakan, MT Haryono, dan Tanjung Lengkong.

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Disjaya Aries Dwiyanto mengatakan, PLN melakukan pemadaman listrik ketika ketinggan air sudah mencapai 40 sentimeter (cm) hingga 50 cm. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat dari hubungan arus pendek dan sengatan listrik.

"PLN akan melihat, kalau sudah tinggi setengah meter atau 40 cm dimatikan," tutur dia.

Aries mengungkapkan, PLN Disjaya telah mengambil langkah mengantisipasi banjir, yaitu dengan meninggikan gardu induk, agar infrastruktur listrik tersebut tidak terendam air ketika banjir dan pasokan listrik tetap aman.

"Sejak 2016 gardu kita sudah melakukan pada gardu induk, dinaikkan semua, sehingga tidak terpengaruh banjir kiriman," tutur Aries.

Aries melanjutkan, PLN Disjaya juga mengamankan pasokan listrik untuk mesin pompa penyedot di wilayah banjir. Caranya dengan mengalirkan listrik langsung dari gardu induk, sehingga pompa tersebut bisa tetap beroperasi meski wilayah sekitarnya terendam banjir.

‎"Kita sudah siapkan siapkan suplai listrik untuk pompa pemda, langsung dari gardu kalau pemukiman masyakat dimatikan pompa bisa mendapat pasokan listrik terus," tuturnya.

Menurut Aries, PLN Disjaya telah menyiapkan pegawainya di lokasi rawan banjir, ‎agar penanganan terhadap kelistrikan bisa cepat dilakukan jika banjir datang.

"PLN Disjaya sudah siagakan tim di lokasi rawan banjir," ia menegaskan.

1 dari 2 halaman

Antisipasi PLN Hadapi Banjir Kiriman di Jakarta

PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) sudah melakukan antisipasi banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat, yang diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin malam‎ (5/2/2018).

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Disjaya Aries Dwiyanto mengatakan, PLN Disjaya sudah melakukan antisipasi banjir, serta menyiapkan ‎ruang khusus untuk memantau banjir.

‎"Kalau Disjaya soal banjir kami sudah antisipasi setiap tahun," kata Aries, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Senin pekan ini.

Aries mengungkapkan, antisipasi yang dilakukan untuk menghadapi banjir adalah meninggikan gardu induk agar infrastruktur listrik tersebut tidak terendam air ketika banjir dan pasokan listrik tetap aman.

"Sejak 2016, kami sudah melakukan pada gardu induk, dinaikkan semua sehingga tidak terpengaruh banjir kiriman," tutur Aries.

Aries melanjutkan, PLN Disjaya juga mengamankan pasokan listrik untuk mesin pompa penyedot di wilayah banjir, dengan mengalirkan listrik langsung dari gardu induk, sehingga pompa tersebut bisa tetap beroperasi meski wilayah sekitarnya terendam banjir.

"Kami sudah siapkan siapkan suplai listrik untuk pompa pemda, langsung dari gardu kalau permukiman masyakat dimatikan pompa bisa mendapat pasokan listrik terus," tutur dia.

Aries menuturkan, PLN Disjaya telah menyiapkan pegawainya di lokasi rawan banjir, ‎agar penanganan terhadap kelistrikan bisa cepat dilakukan jika banjir datang. "PLN Disjaya sudah siagakan tim di lokasi rawan banjir," ujar dia.

 

Artikel Selanjutnya
PLN Tetap Awasi Pelayanan Listrik di Banten Usai Gempa
Artikel Selanjutnya
Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Jember Terkepung Banjir