Sukses

Bursa Global Tertekan, IHSG Anjlok 111 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada penutupan perdagangan saham sore ini (6/2/2018). Tekanan ini diikuti dengan pelemahan di seluruh saham sektor industri.

IHSG tercatat melemah 1,69 persen dan 111,13 poin ke level 6.478,54. Indeks LQ45 pun melemah sebesar 1,49 persen ke level 1.090,48.

Seluruh sektor saham memerah. Paling besar pelemahan terjadi pada saham industri dasar sebesar 3,16 persen dan industri pertanian yang sahamnya terperosok 2,86 persen. Saham industri pertambangan pun senasib dengan catatan pelemahan 2,48 persen. Sebanyak 330 saham melemah, 91 saham jalan di tempat, dan sebanyak 58 saham menguat.

Adapun total transaksi saham yang diperdagangkan sebanyak 468.163 kali dengan volume transaksi saham 23,5 miliar. Nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp 15,3 triliun. Transaksi harian saham besar ini lantaran ada transaksi saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) cukup besar di pasar negosiasi. Transaksi saham TRAM mencapai Rp 3,5 triliun. Harga saham TRAM ditransaksikan di level harga Rp 600 per saham.

Investor asing mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,71 triliun di seluruh pasar. Sementara kurs rupiah berada di level 13.537 per dolar Amerika Serikat (AS).

Saham-saham yang menunjukkan pelemahan tertinggi, antara lain FINN sebesar 21,79 persen. Disusul saham IBFN dengan penurunan 18,03 persen, dan saham CSIS yang merosot sebesar 15,62 persen.

Di tengah pelemahan IHSG, ada saham-sajam yang justru menguat.  Saham TRUS menguat sebesar 34,56 persen, AGRS sebesar 24,65 persen, dan saham GDYR naik 16,85 persen.

Bursa Asia terpantau melemah. Indeks Hong Kong Hang Seng terjadi pelemahan 5,12 persen. Indeks Saham Korea Selatan Kospi pun memerah dengan penurunan 1,54 persen, indeks saham Jepang Nikkei menurun 4,73 persen, indeks Shanghai melemah 3,35 persen. Indeks saham Taiwan tergelincir 4,95 persen. Diikuti indeks saham Singapura melemah 2,2 persen.

1 dari 2 halaman

IHSG Melemah 162,85 Poin pada Sesi I

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada sesi pertama perdagangan saham pada Selasa pekan ini. Pergerakan IHSG mengikuti bursa saham global yang turun signifikan akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga the Federal Reserve.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Selasa (6/2/2018), IHSG melemah 162,85 poin atau 2,47 persen ke posisi 6.426,81. Indeks saham LQ45 susut 2,3 persen ke posisi 1.081,56. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Ada sebanyak 364 saham tertekan sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara itu, hanya 28 saham menguat dan 52 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.519,29 dan terendah 6.426,81.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 273.894 kali dengan volume perdagangan saham 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 643,87 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.598.

Secara sektoral, 10 sektor saham kompak melemah. Sektor saham industri dasari turun 5,09 persen, sektor saham tambang melemah 4,41 persen dan sektor saham pertanian susut 3,68 persen.

Di tengah IHSG tertekan tajam, ada sejumlah saham mencatatkan top gainers antara lain saham AGRS naik 24,65 persen ke posisi Rp 354, saham GDYR melonjak 17,42 persen ke posisi Rp 2.090 per saham, dan saham PORT naik 13,07 persen ke posisi Rp 450 per saham.

Sementara itu, saham INKP susut 11,52 persen ke posisi Rp 7.875, saham MEDCO merosot 9,8 persen ke posisi Rp 1.150 per saham, dan saham IKAI tergelincir 9,2 persen ke posisi Rp 148 per saham.

Bursa Asia pun melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 5,04 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 2,42 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 6,58 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar.

Disusul indeks saham Shanghai melemah 3,03 persen, indeks saham Singapura turun 3,66 persen dan indeks saham Taiwan tergelincir 5 persen.

Artikel Selanjutnya
IHSG Berada di Zona Hijau pada Akhir Pekan
Artikel Selanjutnya
Pernyataan Presiden Donald Trump Bikin Bursa Asia Bervariasi