Sukses

IHSG Perkasa Tak Terpengaruh Pelemahan Bursa Asia

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatan. Seluruh sektor saham kompak berada di zona hijau.

Pada perdagangan Rabu sore (7/2/2018), IHSG ditutup menguat 56,32 poin dan 0,87 persen ke level 6.534,86. Indeks LQ45 tercatat naik 1 persen di level 1.101,39.

IHSG ditopang dari penguatan di seluruh sektor saham. Penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor saham consumer goods sebesar 1,32 persen. Diikuti sektor saham perdagangan yang sahamnya naik 1,16 persen dan saham konstruksi sebesar 1,06 persen.

Sebanyak 251 saham mengalami penguatan, 118 saham melemah, dan 101 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham pada hari ini sebanyak 393.150 kali. Volume transaksi yang diperdagangkan 14,3 miliar dengan nilai Rp 8,8 triliun.

Tercatat investor asing melakukan penjualan senilai Rp 485,93 miliar di pasar reguler. Sementara posisi kurs rupiah 13.548 per dolar AS.

Tiga saham yang mengalami penguatan tertinggi, antara lain VICO dengan kenaikan 34,74 persen, TRUS menguat 32,24 persen, dan IBFN yang menguat 28 persen.

Sementara, tiga saham yang justru mengalami pelemahan, antara lain GOLD 14,72 persen. Disusul SIMA melemah 7,05 persen, dan SPMA 7,02 persen.

Bursa saham Asia bergerak melemah, kecuali Indeks Nikkei Jepang menguat 0,16 persen dan Taiwan 1,42 persen. Pelemahan terjadi di Indeks Saham Hang Seng Hong Kong 0,89 persen, Indeks Saham Kospi melemah 2,31 persen, Indeks Saham Shanghai 1,82 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Naik 1,14 Persen pada Sesi Pertama

Sebelumnya, usai alami koreksi tajam, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau. Namun, investor asing masih melakukan aksi jual pada sesi pertama perdagangan saham.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG naik 74,17 poin atau 1,14 persen ke posisi 6.552,71. Indeks saham LQ45 menguat 1,26 persen ke posisi 1.104,25. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.582,51 dan terendah 6.525,56. Ada sebanyak 277 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG ke zona positif. Namun, 69 saham melemah dan 90 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham mencapai 233.425 kali dengan volume perdagangan 8,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,7 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 126,35 miliar di seluruh pasar. Nilai tukar rupiah berada di kisaran 13.542 per dolar Amerika Serikat (AS).

Secara sektoral, 10 sektor saham kompak menghijau. Sektor saham perdagangan naik 1,58 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi mendaki 1,51 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 1,34 persen.

Saham-saham yang mencatatkan top gainers antara lain saham LEAD naik 21,49 persen ke posisi Rp 147, saham IKAI melonjak 9,29 persen ke posisi Rp 200, dan saham PNBS naik 8,54 persen ke posisi Rp 89.

Saham-saham yang mencatatkan top losers antara lain saham ESTI turun 5,15 persen ke posisi Rp 92, saham SPMA merosot 4,09 persen, dan saham BAJA tergelincir 3,98 persen ke posisi Rp 169 per saham.

Bursa saham Asia pun sebagian menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,77 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,48 persen, dan indeks saham Taiwan naik 1,5 persen. Sementara, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 1,21 persen, indeks saham Shanghai turun 0,82 persen, dan indeks saham Singapura susut 0,27 persen.

Artikel Selanjutnya
IHSG Berada di Zona Hijau pada Akhir Pekan
Artikel Selanjutnya
Pernyataan Presiden Donald Trump Bikin Bursa Asia Bervariasi