Sukses

Prediksi IMF Angkat IHSG ke Zona Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan. Gerak seluruh sektor saham cenderung bervariatif.

Pada pra pembukaan perdagangan pagi ini (8/2/2018), IHSG bergerak di level 6.543,62. Menguat 8,75 poin atau  0,13 persen. Sementara indeks LQ45 naik ke level 1.103,58.

Laju IHSG pun berlanjut hingga pembukaan pukul 09.00 WIB. IHSG naik lebih tinggi 10,95 poin dan 0,17 persen ke posisi 6.545,82. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,16 ke level 1.099,28.

"IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,3 persen dengan inflasi 3,5 persen menjadi sentimen positif pendorong IHSG," ujar Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam ulasannya.

Penguatan IHSG diiringi dengan gerak sektor saham yang bervariatif. Sektor saham konstruksi memimpin dengan penguatan 0,08 persen. Penguatan juga diikuti sektor saham keuangan dan konstruksi dengan masing-masing naik 0,21 persen dan 0,15 persen.

Sebanyak 107 saham mengalami penguatan, 101 saham stagnan, dan 71 saham turun. Total frekuensi perdagangan saham tercatat 26.408 kali. Volume perdagangan sebanyak 1 miliar dengan nilai transaksi Rp 425,3 miliar.

Investor asing mencatat penjualan sebesar Rp 41,33 miliar. Sementara kurs rupiah berada di posisi US$ 13.594 per dolar Amerika Serikat (AS).

Tiga saham emiten yang mengalami penguatan tertinggi, antara lain VICO dengan kenaikan 21,09 persen, saham BBHI menguat 15,09 persen, dan disusul PORT 12,96 persen.

Sedangkan tiga saham yang justru berada di zona merah atau melemah, yakni saham PADI dengan penurunan 12,93 persen, CSIS 7,69 persen, dan SPMA yang sahamnya turun 5,66 persen.

Mayoritas indeks di bursa saham Asia menguat. Antara lain, indeks Hong Kong Hang Seng naik 0,76 persen, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,24 persen.

Indeks saham Nikkei Jepang menguat 0,16 persen, dan indeks Strait Times Singapura naik 0,23 persen. Indeks yang berbalik arah melawan tren positif, yaitu indeks Shanghai merosot 0,35 persen, dan indeks saham Taiwan turun 0,13 persen.

PT Ashmore Asset Management menyebutkan dalam laporannya, pada perdagangan saham kemarin, IHSG naik 0,87 persen didorong sektor saham konsumsi dan bank yang masing-masing menguat 1,3 persen dan 0,8 persen.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) rilis cadangan devisa pada Desember 2017 sebesar US$ 130,2 miliar. Hal itu didorong pendapatan pajak dan ekspor.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Prediksi Analis

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham hari ini. Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan IHSG berada pada support 6.505 dan resistance 6.590.

Pada perdagangan saham kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 56,33 poin ke level 6.534,87. Penguatan IHSG ditopang sektor konsumer, perdagangan, dan properti.

Penguatan tersebut imbas dari sentimen positif terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. "IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,3 persen dengan inflasi tetap sekitar 3,5 persen menjadi sentimen positif pendorong," kata dia di Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

Meski begitu, investor asing masih mencatatkan jual bersih. Tercatat, jual bersih investor asing mencapai Rp 469,03 miliar. "Investor asing masih tercatat net sell Rp 469,03 miliar," ujar dia.

Sementara bursa di Asia ditutup variatif. Investor tengah mencermati pergerakan bursa di Amerika Serikat (AS).

"Pergerakan ekuitas di Asia cenderung terkonsolidasi dengan diawali optimisme yang luar biasa melihat rebound-nya bursa saham di AS," jelasnya.

Lanjar merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Naik, Cermati 6 Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
Kembali Tertekan, IHSG Ditutup Melemah Tipis ke 6.615,32