Sukses

Harga Minyak Stagnan, Investor Amati Data Produksi AS

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak tak banyak bergerak pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Investor tengah mengamati data produksi AS yang akan keluar.

Mengutip Reuters, Rabu (14/2/2018), harga minyak Brent yang merupakan patokan harga global naik 11 sen menjadi US$ 62,70 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah Berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 9 sen menjadi US$ 59,20 per barel.

Dolar AS mencapai level terendah dalam satu pekan sehingga menarik investor untuk memburu minyak. Pelemahan dolar AS membuat harga minyak lebih murah bagi investor yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS.

"Kami telah mengurangi kerugian yang telah dibukukan pada pekan ini karena pelemahan dolar AS," jelas analis komoditas Mizuho, Bob Yawger.

Sejak pasar modal mengalami kejatuhan di awal Februari ini, harga minyak juga mengalami tekanan yang cukup dalam.

 

1 dari 2 halaman

Data Produksi

U.S. Energy Information Administration mengungkapkan pada pekan lalu bahwa produksi minyak AS diperkirakan akan melampaui 11 juta barel per hari di akhir 2018.

Hal tersebut kemungkinan akan mempengaruhi harga minyak.

Sedangkan  The private American Petroleum Institute akan mengeluarkan data produksi minyak AS pada hari ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Dunia Lebih Murah
Artikel Selanjutnya
Dolar Melemah Bikin Harga Minyak Naik