Sukses

Menteri Jonan Resmikan Pembangkit Mini Hidro dan Bandara di Papua Barat

Liputan6.com, Jakarta Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Warabiai Sausapor, Desa Jokte Kecamatan Sausapor Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat resmi beroperasi. Pembangkit‎ berkapasitas 1,6 mega watt (mw) ini diperkirakan dapat menerangi sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 rumah.‎

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pembangkit ini terdiri dari dua unit (2 x 800 kW). 

"PLTM terhubung dengan jaringan PLN (On Grid) dan menyuplai listrik utama ke PLN, berlokasi di Desa Jokte Kecamatan Sausapor Kabupaten Tambrauw," kata dia di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Pembangunan fisik PLTM dimulai pada 2013 dan selesai di 2015, kemudian dilakukan uji coba pengoperasian pada awal 2016. Pembangunan pembangkit listrik menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tambrauw.

PLTM Warabiai kondisinya telah beroperasi melayani beban secara bergantian dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero) berkapasitas 250 kW.

Saat ini, beban puncak Distrik Sausapor mencapai 170 kW, dilayani oleh PLTD pada pukul 18.00-06.00 WIT dan PLTM Warabiai pada pukul 08.00-12.00 WIT dan pukul 14.00-17.00 WIT.

Listrik yang dihasilkan dari PLTM ini dijual ke PLN dengan harga Rp 1.500 per kilo Watt hour (kWh). Adapun pengelola PLTM tersebut adalah perusahaan daerah PT Tambrauw Bersinar Abadi.

Jonan mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Tambraw yang mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakatnya.

Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokwi)bahwa APBN, APBD dan Dana Otonomi Khusus yang ditransfer dari pemerintah pusat ke daerah harus digunakan dan dikembalikan untuk kemanfaatan masyarakat, dari rakyat kembali ke rakyat.

 

1 dari 2 halaman

Jonan Jajal Trans Papua

Dalam kunjungan peresmian ini, Menteri Jonan dan rombongan mencoba langsung Ruas Transpapua yang menghubungkan Sorong-Sausapur.

Kondisi sebagian besar jalan yang belum beraspal membuat rombongan harus membutuhkan waktu hingga 5 jam untuk menempuh jarak 63 kilometer (km) yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.

Karena sulitnya medan, Menteri Jonan harus menggunakan mobil SUV untuk memudahkan perjalannya menuju bandara dan pembangkit listrik mikro hidro, pada Selasa (13/2).

Selain pembangkit, pada kunjungan ini Jonan juga meresmikan Bandar Udara Werur, sekaligus mengunjungi Pelabuhan Laut Sausapor dan menyerahkan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

‎Bandara Werur dibangun menggunakan dana APBD dan sempat terhenti, namun pada 2013 dilanjutkan kembali dengan dana APBN, dan selesai pada 2017.

Jonan berharap kepada Kementerian Perhubungan agar Bandara Werur ini dapat dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) agar lebih profesional dan juga terkait dengan keselamatan penerbangan. Diharapkan juga penerbangan reguler minimal sehari sekali ada penerbangan pulang-pergi dari Sorong ke Tambrauw.

Bandara Werur berlokasi di Desa Werwaf Kecamatan Bikar Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat. Bandara ini merupakan Bandara peninggalan sekutu pada Perang Dunia ke II. Total panjang landasan (runway) bandar udara adalah 1400 meter. Sedangkan lebarnya adalah 30 meter.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga menyerahkan secara simbolis 12 set LTSHE kepada perwakilan warga. Jonan menjelaskan, lampu tersebut diperuntukkan satu box untuk satu rumah bisa menghasilkan listrik empat lampu dengan daya 25 watts dan bisa untuk colokan Handphone.

‎Total sebanyak 529 LTSHE diberikan kepada 12 desa yang dari lima kecamatan di kabupaten Tambrauw dengan rincian sebagai berikut, kecamatan. Syujak 9 unit, Kec. Miyah 17 unit, Kec. Kwoor 37 unit, Kec. Yembun 118 unit, dan Kec. Kebar 348 unit.

"‎Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk meresmikan PLTM Warabiai dan Bandar Udara Werur di Tambrauw, Walaupun pembangunannya lama, saya sangat mengapresiasi bahwa APBD digunakan untuk hal sangat bermanfaat," tutup Jonan.

Artikel Selanjutnya
4 Pembangkit Listrik Tenaga Angin Beroperasi Tahun ini
Artikel Selanjutnya
Menteri Basuki: Bendungan Karian Banten Tak Kena Dampak Gempa