Sukses

Menlu Singapura Sambangi Kantor Menko Luhut, Bahas Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyambangi Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu pekan ini. Pertemuan tersebut membahas kemajuan program-program yang sudah dimulai.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Atmaji Soemarkidjo‎ mengatakan, pertemuan Balakrishnan ‎dengan Luhut membicarakan program kerja sama Indonesia-Singapura yang dilakukan mulai tahun lalu. Pertemuan itu sebagai evaluasi program kerja sama tersebut.

"Program-program yang sudah disepakati tahun lalu, lintas kementerian dan progresnya apa. Dan apa yang masih kurang," kata Atmaji, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Atmaji menuturkan, program kerja sama tersebut menyangkut kementerian teknis yang dikoordinasikan Luhut. Namun, dia tidak bisa menyebutkan detail programnya. Namun, sudah dipastikan seluruh program kerja sama mengalami kemajuan.

"Enggak spesifik disebutkan, karena tim teknis yang sudah bahas. Dan Pak Menlu-nya akan ketemu menteri teknis.‎ Pak Luhut hanya koordinasi saja, dilihat apa yang bisa di pada menteri lain. Ternyata enggak perlu dikejar lagi ternyata sudah jalan," jelas Atmaji.

Atmaji mengungkapkan, kemajuan program kerja sama Indonesia-Singapura akan dibahas dalam pertemuan kepala negara Asia Tenggara menjelang pertemuan International Monetary Fund (IMF) pada Oktober 2018 di Bali.

‎"Dan mungkin akan dilaporkan pada pertemuan kepala negara ASEAN, menjelang pertemuan IMF di Bali Oktober," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Menko Luhut Pimpin Rapat soal Kereta Cepat, Ini Hasilnya

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman‎ telah mengelar rapat koordinasi dengan membahas perkembangan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Dari pertemuan tersebut, diputuskan berbagai target percepatan agar proyek ini tetap berjalan.

Rapat dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan perwakilan pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Kereta Cepat Indonesia China dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ‎mengatakan, dalam rapat tersebut membahas tiga hal, yaitu pembebasan lahan, perizinan, dan pendanaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

‎"Kita rapat pertama mengenai kereta cepat Jakarta Bandung. Jadi kita bagi tiga masalah, satu mengenai tanah, dua perizinan dan ketiga financing," kata Luhut, usai rapat, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Luhut mengungkapkan, terkait dengan pembebasan lahan, saat ini 54 persen dari 140 kilometer‎ (km). Dia pun menargetkan pembebasan lahan dapat selesai awal bulan Maret. Selain itu, permasalahan perizinan frekuensi saluran komunikasi ditargetkan selesai akhir Februari.

"Mengenai tanah, sepertinya kami bisa menyelesaikan, di mana tadi semua hadir. Pokoknya akhir bulan ini atau awal bulan depan selesai," ujarnya.

Terkait dengan pendanaan, saat ini masih dirumuskan struktur pendanaan yang sesuai dengan proyek kereta cepat Jakarta Bandung tersebut. Untuk diketahui, jika mengacu pada konsep awal, proyek tersebut‎ diperkirakan membutuhkan investasi total US$ 5,9 miliar dari China Development Bank.

"Tinggal sekarang mengenai financing. Kita lihat strukturnya bagaimana kita buat supaya dia bisa feasible. Jadi lagi hitung khusus mengenai ini dan minggu depan akan bertemu sekali lagi," tutup Luhut.

Artikel Selanjutnya
Bertemu PM India, Jokowi Bahas Bea Masuk CPO Hingga Kemaritiman
Artikel Selanjutnya
Tinggalkan Sri Lanka, Jokowi Hadiri KTT ASEAN-India