by

Harga Komoditi Pertanian Naik Ditopang Data Perdagangan China

  • Ekonomi
  • 0
  • 14 Jan 2013 07:56
Pasar komoditas membaik pada pekan lalu didukung optimisme data ekonomi China dan pelemahan dolar AS. Namun keuntungan terpangkas di akhir pekan karena aksi pedagang mengambil untung.

Sentimen didorong berita lonjakan surplus perdagangan China, yang memicu harapan perekonomian terbesar kedua di dunia dan pengguna energi terbesar mulai membaik.

Data resmi menunjukkan surplus perdagangan China melonjak 48,1% menjadi US$ 231,1 miliar pada 2012, meskipun total volume perdagangan tumbuh lebih lambat karena pelemahan ekonomi di dalam negeri dan luar negeri.

Ekspor China naik 7,9% menjadi US$ 2,05 triliun dari tahun sebelumnya, sedangkan impor naik 4,3%menjadi US$ 1,82 triliun, menurut Bea dan Cukai China.

Kondisi ini mempengaruhi harga komoditi pertanian pada sepekan lalu.

Harga kopi teratat kurang memuaskan. "Dalam pandangan kami, harga kopi Arabika kemungkinan akan underperform pada 2013, terbebani surplus yang lebih tinggi dan melambatnya permintaan di pasar utama seperti Eropa," kata analis INTL FCStone, Edward Meir seperti dilansir the News, Senin (5/1/2013).

Pada perdagangan Jumat pekan lalu di NYBOT-ICE, harga kopi arabika untuk pengiriman Maret menguat menjadi US$ 149,45 sen per pon dari US$ 145,8 sen per pon, pekan sebelumnya.

Pada LIFFE, harga Robusta untuk pengiriman Maret turun menjadi US$ 1.929 per ton dari US$ 1.937 pada sepekan sebelumnya.

Harga kakao pada bursa berjangka sebelumnya berada pada titik terendah karena pasokan berlimpah, namun kemudian membaik di pekan ini.
 
"Pelemahan dolar AS membantu memberikan katalis untuk bergerak lebih tinggi," kata analis the Public Ledger.

Pada Jumat (11/1/2013) pada London Financial Futures and Option Exchange (LIFFE), harga kakao untuk pengiriman Maret naik menjadi 1.435 euro per ton dari 1.417 euro sepekan sebelumnya.

Pada NYBOT-ICE New York exchange, harga kakao untuk penyerahan Maret naik menjadi US$ 2.253 per ton dari US$ 2.213 sepekan sebelumnya.

Sementara harga gula mencapai level lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan dibandingkan dengan Brasil.

"Yang lebih besar dari perkiraan produksi dari Brazil bisa mendorong pasokan lebih tinggi," kata analis Morgan Stanley.

Pada Jumat di LIFFE, harga satu ton gula putih untuk pengiriman Maret bergeser ke US$ 510,5 dari $ 511,6 sepekan sebelumnya.

Pada NYBOT-ICE, harga gula mentah untuk Maret turun menjadi US$ 18,88 sen dari US$ 19 pon sen minggu sebelumnya.

Sementara harga karet naik karena data perdagangan China memicu harapan meningkatnya permintaan dari importir karet terbesar di dunia.

Harga patokan SMR 20 pada Dewan Karet Malaysia berada di level US$ 309,8 sen per kilo, naik dari US$ 304,9 sen minggu sebelumnya. (NUR/NDW) (Ndw)
Comments
Sign in to post a comment