Masa Jabatan Karen Sebagai Dirut Pertamina Berakhir Maret 2013

on

Masa jabatan Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) akan berakhir pada Maret 2013. Lulusan Teknik Fisika ITB ini merupakan wanita pertama yang memimpin Pertamina.

"Menurut Anggaran Dasar Pertamina, masa jabatan Ibu Karen memang akan berakhir Maret 2013," kata VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir saat berbincang Liputan6.com, Jumat (18/1/2013).

Ali tidak mau banyak berkomentar soal habisnya masa jabatan Karen. Ia menegaskan saat ini Pertamina terus fokus untuk terus meningkatkan kinerjanya.

"Soal pergantian direksi, semua ada  di tangan pemegang saham," jelas dia.

Saat dikonfirmasi, Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak merespons pesan singkat yang dikirimkan Liputan6.com.

Sejak berdiri 1968, Pertamina baru sekali dipimpin seorang wanita yaitu Ir Galaila Karen Agustiawan. Perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 ini diangkat sebagai Dirut menggantikan Ari H. Soemarno.

Lulusan Sarjana Teknik Fisika ITB ini memulai kariernya di Mobil Oil Indonesia sebagai system analyst dan programmer pada tahun 1984.

Sebelum menjadi Dirut Pertamina, Karen pernah bekerja sebagai System Analyst dan Programmer di Mobil Oil Indonesia (1984-1986), Seismic Processor dan Quality Controller di Mobil Oil Indonesia (1987-1988), pindah tugas ke Mobil Oil Dallas USA (1989 -1992).

Lalu ia kembali ke Mobil Oil Indonesia sebagai Project Leader di Exploration Computing Department (1992-1996), Mutual Agreement Separation Package Mobil Oil Indonesia (1996-1998), bergabung dengan CGG Petrosystems di Indonesia sebagai product manager aplikasi G&G dan data manajemen (1998), bergabung dengan Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai domain specialist (1998-1999).

Di tempat yang sama sebagai business development manager (2000-2002), bergabung dengan Halliburton Indonesia sebagai Commercial Manager for Consulting and Project Management (2002-2006), Staf Ahli Direktur Utama bidang Hulu PT Pertamina (Persero) (2006-2008), dan menjabat sebaga Direktur Hulu Pertamina, baru kemudian menjadi orang nomor 1 di Pertamina. (Ndw/Igw)
Suka artikel ini?

0 Comments