Pakai Dua Nilai Rupiah, BI Yakin Inflasi Aman

on Jan 23, 2013 at 12:34 WIB

Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution memastikan laju inflasi takkan terganggu mesti Indonesia akan menggunakan dua nilai rupiah selama masa sosialisasi redominasi.

"Nantinya uang lama dan uang baru berjalan bersama sebagai pembanding untuk masyarakat agar mereka mendapatkan pemahaman menyeluruh dan tidak khawatir saat uang baru mulai beredar," ungkapnya di Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Dia mencontohkan, uang kertas Rp 100 ribu model lama akan sama dengan Rp 100 model baru. Begitupula dengan uang Rp 1.000 menjadi Rp 1 dalam bentuk logam dan uang Rp 500 menjadi 50 sen.

"Semua akan didesain sama dengan sebelumnya, hanya saja umumnya tiga angka nol di belakang akan dihapus," ujarnya.

Penyederhanaan tiga digit nilai rupiah tersebut, diakui Darmin, belum pasti dilaksanakan. Penyebabnya, pemerintah dan DPR harus memperoleh masukan dari konsultasi publik yang dihadiri seluruh instansi terkait, pemerintah dan masyarakat.

"Kan ada sosialisasi, kalau masyarakat bilang sederhanakan 4 digit angka, ya sudah. Bahkan negara Turki saja redenominasi 6 digit," jelasnya.

Peredaran dua mata uang, lanjut Darmin, sudah dihitung secara tepat oleh BI terkait dampak inflasi. "Kami bisa memastikan keamanan inflasi, karena kita bisa hitung secara tepat uang itu lebih atau tidak yang beredar di masyarakat," kata dia.

Misalnya saja, dia menerangkan, di akhir tahun uang keluar kerap membludak hingga mencapai Rp 130-140 triliun dalam waktu 2-3 minggu. "Kalau lebih ya ditarik. Kamii punya mekanisme menyedot uang lebih itu," tutur Darmin.

Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan proses sosialisasi minimal 6 tahun, dan maksimal 12 tahun hingga keluar uang baru di pasaran. (Fik/Shd)

Credit Shd

Suka artikel ini?

0 Comments