Awal 2013, Cadangan Devisa RI Tergerus US$ 4 Miliar

on

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan cadangan devisa (Cadev) Indonesia pada awal tahun atau sampai Januari 2013 merosot tajam sekitar US$ 4 miliar ke posisi US$ 108,8 miliar. Sebulan sebelumnya, posisi Cadev masih berada di level US$ 112,8 miliar.

"Hari ini kami release Cadev yang turun cukup besar," kata Deputi Gebernur BI, Hartadi A Sarwono dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Kamis (7/2/2013).

Mengutip data cadangan devisa sepanjang 2012, Indonesia sebetulnya pernah mengalami penurunan cukup tajam pada Mei 2012. Kala itu Cadev berkurang sekitar US$ 6 miliar dari posisi US$ 116,4 miliar pada April menjadi US$ 111,5.

Penurunan terus berlanjut pada Juni 2012. Cadev kembali tergerus US$ 5 miliar ke posisi US$ 106,56 miliar.

Hartadi menjelaskan, penurunan Cadev pada awal tahun ini disebabkan kebutuhan korporasi terhadap mata uang dolar terbilang tinggi. Sementara pasokan dolar AS masih terbatas di awal-awal tahun.

"BI akan mendukung pasar, agar nilai tukar tak terdeviasi terlalu jauh dari faktor fundamentalnya," ujar Hartadi.

Dalam keterangan pers terakhir pada Kamis (10/1/2013) lalu, Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengungkapkan perkembangan Cadev sampai akhir Desember 2012 mencapai US$ 112,78 miliar. Tabungan Indonesia itu setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Darmin kala itu memastikan BI ke depan akan tetap mewaspadai perkembangan defisit transaksi berjalan dan akan terus mempererat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah agar defisit tersebut menurun ke tingkat yang sustainable sehingga keseimbangan eksternal tetap terjaga.(Shd)

Credit Shd

Suka artikel ini?

0 Comments