by

Rokok Putih Bakal Caplok Pangsa Pasar Kretek

  • Ekonomi
  • 0
  • 11 Feb 2013 16:23
Pelaku industri rokok, khususnya rokok kretek, memperkirakan produksi sigaret putih mesin (SPM) bakal meningkat seiring pemberlakuan peraturan pemerintah (PP) tembakau.

Di sisi lain, pangsa pasar produksi rokok kretek nasional justru akan menyusut diambil alih industri SPM.

"SPM terus menunjukan tren naik," ujar Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Hasan Aoni Azis, Senin (11/2/2013).

Data Gappri menunjukan, pangsa pasar rokok nasional saat ini masih dikuasai rokok kretek dengan porsi mencapai 92%. Sementara rokok putih baru menguasai pangsa sebesar 8%.

Secara spesifik, pangsa pasar rokok kretek dikuasai sigaret kretek mesin sebesar 40%, diikuti sigaret kretek reguler 35%, sigaret kretek tangan 17% dan sisanya dikuasai rokok putih.

"Suatu saat pangsa kretek akan ditinggalkan," tegas Hasan.

Dia menjelaskan, membesarnya pangsa pasar rokok putih diakibatkan pemain di bisnis tersebut umumnya perusahaan skala besar.

Mereka dipastikan bisa memenuhi segala ketentuan yang tercantum dalam PP Tembakau.

Di pihak lain, pelaku industri rokok kretek skala menengah dan kecil sebetulnya bisa mengikuti ketentuan baru pemerintah.

Namun kemampuan untuk mempertahankan pangsa pasar justru lemah. "Sekitar 5-10 tahun ke depan baru akan kelihatan dampak dari aturan ini," tegas Hasan.

Sementara Ketua Gappri, Ismanu Soemira menilai PP Tembakau bertujuan untuk memangkas industri rokok nasional. Pasalnya industri akan kesulitan memenuhi ketentuan baru dari pemerintah.

"Kawan-kawan Gappri sepakat menolak PP ini. Kalau ada yang tak menolak, kita bisa baca mereka ada di kelompok mana," tegas Ismanu. (Shd/Nur)
Comments
Sign in to post a comment