Tingkatkan Omzet, Pos Logistik Genjot Usaha Angkutan Alat Berat

on

Ceruk pasar usaha logistik yang masih terbuka lebar membuat PT Pos Logistik Indonesia percaya diri mengembangkan bisnis inti tersebut.

Tahun ini, anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) itu gencar menjaring proyek pengiriman alat berat berbasis reguler. 

Menurut Direktur Utama Pos Logistik Indonesia, Febriyanto, pada 2012, omzet dari bisnis logistik induk usaha menembus Rp 1,4 triliun. 

"Kontribusi kita di unit usaha ini mencapai 99%, dan potensinya setiap tahun meningkat 15-20%," ungkap dia kepada Liputan6.com, Selasa (12/2/2013).

Melihat peluang tersebut, pihaknya berharap dapat meraup kenaikan pendapatan dari Rp 70 miliar di 2012 menjadi sekitar Rp 526 miliar pada tahun ini.

Sedangkan proyeksi keuntungan bersih sebesar Rp 50 miliar dibanding periode tahun lalu Rp 3 miliar.

"Tahun lalu, laba dan omzet kita memang masih kecil karena baru didirikan setahun ini. Jadi paska akuisisi perusahaan logistik, mudah-mudahan target 2013 bisa tercapai," ujar dia tanpa bersedia menyebut identitas perusahaan tersebut.

Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana pernah menyatakan pihaknya bakal mengambil alih salah satu perusahaan logistik pada tahun ini. 

Selain itu, Febriyanto menyebut, perseroan telah mengantongi proyek distribusi alat berat dari beberapa perusahaan, seperti PT Pertamina (Persero) untuk pengiriman komponen rig pengeboran dari Amerika Serikat ke Indramayu, PT Adhimix Precast Indonesia dan lainnya.  

"Ke depan, target pasar kita memang untuk perusahaan alat-alat berat," ujar dia.

Jika selama ini, kontrak hanya berdasarkan proyek bersifat sementara, dia mengincar, proyek-proyek pengiriman barang secara reguler.

Sehingga ini juga akan berpengaruh pada patokan harga pengangkutan supaya lebih kompetitif. 

Untuk mendukung rencana tersebut, Pos Logistik telah menyiapkan belanja modal Rp 60 miliar sepanjang tahun ini.

"Dananya bakal dialokasikan untuk pengadaan moda angkutan pengiriman, diantaranya kendaraan bermotor, tronton, trailer, craine dan alat berat lainnya," tutup Febriyanto.(Fik/Nur)
Suka artikel ini?

0 Comments