10 Cara Sukses Meraih Pekerjaan Impian

on

Ketika berburu pekerjaan, orang sering mencocokkan pekerjaan apa yang sesuai hasrat mereka, sehingga bisa meningkatkan kemampuan diri, dan hal tersebut seringkali ditunjukkan dalam resume.

Tapi, kini aspek tersebut nampaknya sudah ketinggalan jaman, kata Teri Hockett, seorang kepala eksekutif situs karir, What's For Work?

Dikarenakan berburu pekerjaan adalah unik dan kreativitas individu, Isa Adney, penulis Community College Success dan blogger  Firstjoboutogcollege.com, mengatakan proses mencari pekerjaan adalah hal yang selalu menjadi unik.

Beberapa mereka mencari pekerjaan berdasarkan kapasitas diri, beberapa yang lain hanya mengikuti hasrat. Namun, pada akhirnya mereka sering menemukan, kandidat yang tidak diperhitungkan justru masuk menjadi bagian dari perusahaan.

Berikut di bawah ini adalah 10  tips tak biasa namun efektif bagi pencari kerja, yang dikutip dari forbes.com (28/2/2013).

1. Terima kritikan.
Tidak ada salahnya meminta orang lain memberikan saran. "Kita terlalu sering berfikir harus menjual diri kita sesempurna mungkin. Tapi aku punya cara terbaik untuk membangun relasi dengan orang yang ingin kita ajak kerjasama, yakni dengan menerima saran dan kritik mereka. Tunjukkan hasrat anda untuk pekerjaan tersebut, dan tanyakan saran-saran"  kata Adneyy.

2. Tak harus selalu ikuti hasrat.
"Ikuti hasratmu" adalah satu ungkapan bijak yang paling umum ditawarkan pencari kerja, kata  Newport, penulis So Good They Can't Ignore You: Why Skills Trump Passion in the Quest for Work You Love.

Itu salah, jika Anda memperhatikan kenapa ada orang yang kecewa dengan pekerjaan mereka, itu karena kebanyakan mereka tidak mengikuti hasrat. "Malah, hasrat mereka terbangun seiring berjalannya waktu. Itu lebih baik dari yang punya hasrat sebelumnya. Mereka bisa mengendalikan karir mereka," kata Newport.

3. Ciptakan posisi Anda.
Jangan hanya duduk saja menunggu pekerjaan impian datang. Pelajari industri atau lapangan yang ingin Anda masuki, temukan satu atau dua perusahaan yang ingin Anda lamar, kata Hockett.

"Dengan mencari tahu tantangan melalui relasi atau informasi publik, Anda bisa menemukan solusi untuk mereka, yang bisa Anda bagi lewat blog atau semacamnya. Dengan cara ini, Anda bisa dikenal, tanpa mengharapkan apa-apa sebagai balasan," kata Hockett.

4. Belajar menyimak.
Para pencari kerja sering gagal menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang mau mendengarkan.
"Menyimak adalah alat latihan yang baik, sebaik keterampilan yang Anda miliki," kata Amanda Abella, seorang pelatih karir.

"Seni bercakap terletak pada kecakapan menyimal, begitu pula dalam interview kerja. Mengerti kapan harus berbicara, kapan harus berhenti bicara, dan kapan harus bertanya,"

Jika Anda saat ini sedang belajar wawancara kerja, jangan hanya menyiapkan jawaban untuk pertanyaan "ceritakan tentang diri Anda" atau "Kenapa Anda menginginkan pekerjaan ini?". Namun, berlatihlah menyimak dengan penuh perhatian dan mendalam tanpa menginterupsi.

5. Mulai dengan kelebihan, baru kekurangan.
Kita pernah mendengar istilah dari Chris Gardner dalam The Pursuit of Happines, bahwa kita harus mengawali dari yang di atas barulah turun ke bawah.

Berhati-hatilah menggunakan taktik, bagaimana menghormati, dan memberi keterangan yang jelas selama proses interview, karena HRD bisa langsung menilai Anda dari sini.

6. Bangun relasi dengan asisten administrasi.
Ketika Anda hendak mengawali pekerjaan, Anda selalu ingin membangun relasi dengan salah seorang yang ada di tempat kerja.

Bangunlah relasi dengan asisten administrasi. Mereka tahu jadwal manajer, kesenangannya apa, tanggungjawab, dan preferensinya. Menjalin relasi dengan mereka, dapat mengubah segalanya.

7. Jangan buru-buru melamar pekerjaan.
Bagian terburuk dari berburu pekerjaan adalah tatkala Anda menemukan satu pekerjaan di online, tanpa mencek pekerjaan tersebut, Anda langsung malamar.

"Ketika Anda menemukan pekerjaan di online yang menarik hati Anda, jangan buru-buru melamar, tanyakan dulu itu pekerjaan apa, tunjukkan bahwa Anda sangat ingin mengetahuinya," kata Adney.

Tanyakan via email, dengan begitu kemungkinan surat lamaran Anda terbuang sia-sia di internet, bisa diminimalisasi.

8. Fokus pada bahasa tubuh.
Mungkin Anda pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya, tapi ini memang cukup serius.

"Bahasa tubuh menjadi sedikit pokok perhatian selama wawancara kerja," kata Abella. Memperhatikan postur, tangan, dan semuanya yang bisa menunjukkan bahwa Anda santai tapi juga percaya diri.

9. Jangan fokus pada pekerjaan yang Anda cintai.
Jangan terlalu terobsesi seberapa enjoy Anda bisa menikmati pekerjaan Anda nantinya. Hampir semua entry level tidak memberikan kenyamanan. Pertanyaan yang tepat adalah setelah melewati masa lima tahun, akan menjadi seperti apa Anda. Sehingga waktu yang terbuang sejak dari masa melamar kerja itu tidak sia-sia.

10. Jadilah fans mereka.
Ketika Anda menjumpai perusahaan yang sangat Anda senangi, jadilah fans mereka. "Menjadi konsumen loyal, biasanya bisa membantu mempermudah Anda menjadi bagian dari mereka," kata Hockett.

Idealnya, perusahaan menginginkan pekerja yang mencintai perusahaan mereka, merek mereka. (Est/Shd)

Credit Shd

Suka artikel ini?

0 Comments