Penyumbang Inflasi, Harga Bawang Tinggi Akibat Cuaca

  • Ekonomi
  • 0
  • 01 Mar 2013 18:17

harga-bawang130301b.jpg
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan defisit neraca perdagangan yang terjadi pada Januari 2013 akibat impor sejumlah komoditas sayur dan buah (hortikultura) merupakan kelanjutan dari tidak tersedianya pasokan nasional.

Padahal produktivitas bawang putih dan sejumlah komoditas lain sangat dipengaruhi faktor cuaca.

"Bawang putih, tergantung cuaca di tempat-tempat yang memproduksi bawang putih dan komoditas lain yang masih bergantung pada impor. Kalau tidak terjadi anomali cuaca, tentunya kita bisa mengantisipasi harga," kata Gita, Jumat (1/3/2013).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin menyebutkan harga bawang merah dan bawang putih ikut mempengaruhi inflasi. Bahan makanan ini menyumbang inflasi pada Februari 2013 sebesar 0,49%.

BPS mencatat sepanjang 2012, Indonesia mengimpor 415 ribu ton bawang putih dari beberapa negara dengan nilai US$ 242,3 juta atau senilai Rp 2,3 triliun.

Mayoritas bawang putih impor berasal dari China yaitu sebanyak 410 ribu ton senilai US$ 239,4 juta atau Rp 2,27 triliun. Tercatat kegiatan impor bawang putih dari China ini berjalan sepanjang tahun.

Selain China, negara lain yang memasukkan bawang putih ke dalam negeri adalah India, Malaysia, Pakistan, dan Thailand. Namun nilai importasi dari negara produsen ini tak terlalu signifikan.

Impor bawang putih dari India, total sepanjang 2012 sebanyak 3.424 ton dengan nilai US$ 1,7 juta, impor dari Malaysia sebanyak 1.124 ton senilai US$ 1,1 juta, bawang putih dari Pakistan sebanyak 203 ton dengan nilai US$ 81,2 ribu, dan Thailand sebesar 58 ton dengan nilai US$ 37 ribu.

Sebagai pembanding, berdasarkan data BPS pada tahun 2011 terdapat 411.300 ton bawang putih asal China baru senilai US$ 267,7 juta. Dari data tersebut menunjukkan secara volume dan nilai impor bawang putih dari China mengalami penurunan. (Est/Nur)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler