Jumlah Rig di Dunia untuk Pengeboran Minyak Terus Turun

on

Dari tahun ke tahun, jumlah rig di dunia terus mengalami penurunan. Penurunan ini dikarenakan teknologi yang semakin canggih, sehingga kapasitas rig untuk menghasilkan minyak dan gas meningkat.

Menurut data yang diposting di Baker Hughes Inc (BHI), jumlah rig di Amerika Serikat turun ke level terendah sejak Mei 1999, dengan pengurangan sebesar 13 hingga 407 rig. Oklahoma kehilangan rig 7-180 dalam sepekan terakhir. Sedangkan California, berkurang 5-39rig.

Rig darat turun di minggu ketiga Februari sebanyak 4 rig, dan menyisakan 1.682rig. Rig perairan dalam tidak berubah, masih 19 rig. Sementara rig lepas pantai, terutama di Teluk Meksiko, berkurang 1 rig dari 51 rig.

Rig vertikal berkurang 4 rig-427 rig. Rig horizontal berkurang sebanyak 11 rig, tersisa 1.130rig. Sedangkan rig directional malah tambah 10-195 rig. Rig energi di Kanada turun 75-580rig pada minggu kedua Februari, menyusul pola musiman pengeboran.

Penghitungan total energi tahun 2013, turun 11 rig, dikarenakan produsen mengadopsi teknologi pengeboran yang lebih efisien, sehingga mendapatkan output yang lebih banyak dengan lebih sedikit rig.

Penggunaan ini telah meningkatkan produktivitas minyak dan gas AS selama lebih dari 20 tahun terakhir. Pada 11 bulan pertama tahun 2012 saja, terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar 84%, tertinggi sejak tahun 1991.

Pertumbuhan produksi migas di AS sangat mengejutkan. Output domestik akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi dan efisiensi produksi akibat penggunaan teknologi.

"Potensi untuk pengurangan ini menjadi sangat nyata," kata administrator dari Informasi Energi, Departemen Energi AS, Adam Sieminski, dalam sebuah konferensi di Houston, yang lansir di bloomberg, Jumat (9/3/2013).

Sebagai informasi, produksi minyak AS naik pada bulan Februari, tertinggi sejak 1992. Persediaan naik 1% menjadi 381.400.000 barel pekan lalu, dan mencapai titik tertinggi selama 22 tahun.

Sementara itu, stok gas justru menurun. Berdasarkan data yang dikumpulkan AMDAL, terjadi penurunan 146 miliar kaki kubik, pada minggu terakhir Februari, di level 2.083 triliun. (Est/Igw)
Suka artikel ini?

0 Comments