Harga BBM Naik Diprediksi Tidak Melebihi Rp 6.000 per Liter

  • Energi & Tambang
  • 0
  • 20 Mar 2013 14:16
Rencana kenaikan BBM (bahan bakar minyak) masih tarik ulur. Pemerintah diprediksi tidak akan menaikkan harga BBM melebihi Rp 6.000 per liter.

"Jika kebijakan pencabutan subsidi BBM terjadi, makan inflasi akan sekitar 4,6 persen. Angka tersebut tidak teralu jauh dari ekspektasi inflasi pada APBN 2013 berada kisaran diatas 5 persen. Pemerintah juga tidak akan pernah mencabut subsidi harga BBM yang melebihi kisaran sebesar Rp 6.000 per liternya," kata Asistant Vice President Financial Institution ICRA Indonesia Kreshna D Armand.

Hal itu diungkapkan Kreshna usai acara ICRA Indonesia akan memberikan pandangan tentang Kinerja Pinjaman dan Kualitas Kredit Perbankan Indonesia 2012 dan Prospek 2013 di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Kenaikan BBM memang bisa mendorong angka inflasi. Namun, kenaikan angka inflasi tersebut menurut Kreshna tidak terlalu tinggi. Kresna memprediksi inflasi tahun ini tidak akan terlal tinggi, karena tahun ini adalah tahunnya bahaya politik, yang artinya kebijakan ekonomi akan banyak di politisasi banyak kalangan.

Kreshna menegaskan, pemerintah tidak akan berani menaikkan harga BBM yang melebihi kisaran Rp 6.000 per liter, karena risiko politiknya sangat besar sekali di tahun 2013 ini.

Saat ini, ia menilai angka inflasi tidak akan jauh dari sekitar 5%, karena kalau dinaikkan risiko politiknya akan berbahaya.

"Saya menilai pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan BBM ini, soalnya tahun ini merupakan tahun politik bagi mereka," kata Kreshna.

Ia juga menambahkan, untuk harga BBM saat ini tidak akan jauh dari ICP yang masih berada dibawah US$ 106.

"Kan saat ini harga ICP masih di kisaran US$ 100, dan angka itu merupakan ekspektasi yang sudah tertera pada APBN di tahun 2013," ungkapnya. (Dis/Igw)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler