Dirut dan 3 Direktur Pertamina Geothermal Dicopot

on

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Slamet Riyadi diberhentikan dari jabatannya sejak 22 Februari 2013. Tidak hanya Slamet Riyadi, tiga Direktur Pertamina lainnya juga dicopot dari jabatannya mulai 11 Maret lalu.

Ketiga Direktur tersebut yaitu:
1. Direktur Perencanaan dan Pengembangan PGE, Zainal Ilmie Bachrun
2. Direktur Operasi PGE M Irhas
3. Direktur Keuangan Narendra

"Keempatnya diberhentikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham," jelas Sekretaris Perusahaan PGE, Adiatma Sardjito saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (2/4/2013)

Namun Adiatma enggan menyebutkan alasan pemberhentian empat direksi Pertamina karena hal itu merupakan kewenangan dari induk usaha perseroan PT Pertamina (Persero). Saat ini, lanjut dia, posisi Direktur Utama PGE dipegang oleh Direktur Hulu Pertamina M Husen.

Dihubungi secara terpisah, Vice President Communications Pertamina Ali Mundakir menyatakan pergantian direksi anak usaha merupakan sesuatu yang rutin.  "Itu hal yang biasa saja," jelas dia.

Alasan Pemberhentian

Menteri Dahlan Iskan mengatakan diberhentikannya empat direksi PGE karena direksi tersebut lambat dalam melaksanakan proyek panas bumi PGE.

Dia meminta agar direksi PGE baru yang menggantikan direksi lama yang diberhentikan merupakan orang yang masih tergolong muda, agar direksi yang baru nantinya bisa menjalankan rencana perusahaan dengan cepat.

Menurut Dahlan, penyebab diberhentikannya direksi PGE karena direksi tersebut terlalu lama merealisasikan pproyek-proyek PGE termasuk dalam mengambil keputusan.

"Saya minta yang muda. Itu berhenti karena lambat di geothermal, segala keputusan lambat," kata Dahlan usai menghadiri rapat pimpinan BUMN, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta.

Dahlan menuturkan penghentian direksi PGE merupakan hak Pertamina, pasalnya PGE merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor panas bumi. Dahlan mengaku tidak ikut campur dalam melakukan pemberhentian dan  pemilihan direksi PGE.

"Direksi geothermal, terserah Pertamina, itu anak usaha, saya tidak ikut," pungkas Dahlan. (Pew/Ndw)

Credit Ndw

Suka artikel ini?

0 Comments