by

52 Tahun Berdiri, Bank DKI Ingin Menasional Tak Cuma Jago Kandang

  • Bank
  • 0
  • 07 Apr 2013 10:51
Bank DKI adalah  bank pembangunan daerah yang sahamnya 99,91% dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta. Di usianya yang ke 52 tahun, Bank DKI ingin menasional tak cuma jago kandang di wilayah DKI Jakarta.

Untuk menjadi bank umum nasional berskala nasional, bank DKI terus melakukan ekspansi yang makin luas ke provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Cakupannya tak hanya DKI Jakarta dan sekitarnya, tapi sampai ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Kami melihat ada peluang ekspansi bisnis di luar wilayah DKI Jakarta. Oleh karenanya, kami memutuskan membuka jaringan kantor di sejumlah daerah," kata Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono saat pembukaan acara pekan olah raga dan seni menyambut HUT 52 tahun Bank DKI di Jakarta, Minggu (7/4/2013).

Eko mengatakan, Bank DKI sudah menyiapkan sejumlah strategi seperti lebih gencar ekspansi untuk merealisasikan target jadi bank umum berskala nasional tersebut.

Sejak Maret hingga saat ini, Bank DKI telah membuka dua jaringan kantor di luar daerah, yakni di Solo dan Bandung. Sebelumnya, Bank DKI membuka jaringan kantornya di Surabaya.

Ke depan, Bank DKI akan membuka kantor cabang di wilayah Sumatera Selatan, Sulawesi dan Riau.

Menurut Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto, ekspansi jaringan kantor berpeluang mengerek rasio net interest margin (NIM) sekaligus menurunkan rasio biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO).

Sampai dengan triwulan I-2013, Bank DKI membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 212 miliar atau mencapai 27% dari target hingga akhir tahun Rp 782 miliar atau tumbuh 73% dibandingkan dengan realisasi 2012 sebesar Rp 450 miliar.

Hingga akhir 2012, aset yang dimiliki Bank DKI mencapai Rp 27 triliun naik 36,5% dibandingkan tahun sebelumnya Rp19,5 triliun dengan keuntungan bersih (setelah pajak) mencapai Rp339 miliar atau naik 12,6% dari Rp301 miliar pada tahun 2011.

Rasio net interest margin (NIM) Bank DKI tahun lalu mencapai Rp1,2 triliun naik 30,5 persen dari periode tahun sebelumnya Rp925 miliar.

Selain Pemprov DKI Jakarta, sisa saham 0,09% dimiliki oleh PD Pasar Jaya. Bank DKI melayani berbagai jenis jasa dan layanan, baik konvensional dan syariah, sebagaimana bank lain, dari produk dana yaitu giro, Tabungan Monas, Tabungan Simpeda, Tabunganku dan deposito.

Selain memberikan jasa layanan perbankan, Bank DKI juga melayani berbagai layanan kredit dan pembiayaan seperti kredit investasi, kredit modal kerja, kredit multiguna, KPR Griya Monas, kredit usaha rakyat (KUR), Kredit KUMK Monas. (Igw)
Comments
Sign in to post a comment