Produsen Mobil: Dampak Kenaikan Harga BBM Terasa Setelah 3 Bulan

on

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memperkirakan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke penjualan mobil nasional baru terasa setelah tiga bulan.

"Kami sudah mempelajari dan mengamati dari pengalaman masa lalu bahwa kenaikan harga BBM itu dampaknya tidak akan secara langsung, melainkan setelah 3 bulan," ungkap Marketing Director ADM, Amelia Tjandra di Karawang, Senin (22/4/2013)

Amelia menjelaskan, kenaikan harga BBM akan menjadikan konsumen semakin kritis dan mulai mengubah gaya hidup (life style) mereka.

"Jadi yang secara langsung, konsumen pertama akan berubah dalam life style-nya, yang biasa nongkrong-nongkrong di kafe itu akan mereka kurangi demi bisa membeli BBM, kemudian dalam membeli mobil, mereka akan sedikit pilih-pilih mana yang lebih irit,"tuturnya.

Dalam penjualannya, Daihatsu saat ini merupakan industri otomotif yang memilki kontribusi terbesar kedua dalam menyuplai produk otomotif dalam negeri. Untuk impor sendiri, Daihatsu hanya memporsikan 16% untuk pasar luar negeri.

"Mengenai ekspor, target kita masih flat, yaitu sekitar 16% karena kita mengutamakan dalam negeri," kata Amelia.

Sekadar informasi, pemerintah berniat menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar untuk kendaraan pelat hitam sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter. Sementara harga BBM subsidi untuk motor dan kendaraan pelat kuning tetap dijual Rp 4.500 per liter.

Dengan begitu, akan ada dua harga untuk satu jenis BBM yang dijual di SPBU. Melalui kebijakan itu, pemerintah memperkirakan bisa menghemat dana subsidi BBM dalam APBN 2013 sebesar Rp 21 triliun. (Yas/Ndw)

Credit Ndw

Suka artikel ini?
Ilyas Istianur Praditya
Ilyas Istianur Praditya

  Full bio »

0 Comments