Perusahaan Jepang Beli 5% Saham IMTV

  • Ekonomi
  • 0
  • 26 Apr 2013 13:25

saham-imtv-130426b.jpg
Perusahaan teknologi terbesar di Jepang, Mitsui Corporation Perwakilan Asia Pasifik membeli 5% saham PT Indonesia Media Televisi (IMTV).

IMTV merupakan jaringan televisi satelit berbayar yang sebagian sahamnya dimiliki oleh PT Linknet, anak usaha PT First Media Tbk.

Menurut Chief Executive Officer (CEO), Felix Adichandra, ini salah satu langkah awal bagi perseroan untuk melangkah masuk ke pasar Indonesia dan regional.

"Mitsui telah mengakuisisi kepemilikan saham dari salah satu shareholder di perusahaan. Tahap pertama ini, Mitsui membeli 5% saham dari investasi awal Rp 85 miliar," ungkap dia di acara penandatanganan pembelian saham antara Mitsui Corp Asia Pasifik dengan IMTV Jakarta, Jumat (26/4/2013).

Komitmen penanaman modal oleh Mitsui, kata Felix akan dilakukan pada tahap berikutnya paska perseroan melaporkan proses pengambilalihan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Nanti akan ada penambahan modal dari Mitsui dan mereka sudah berkomitmen untuk ikut terus," ucapnya.

Maklum, IMTV berambisi untuk menjadi perusahaan modal asing (PMA) mengikuti jejak Linknet. Namun Felix mengaku hambatan PMA adalah aturan yang membatasi kepemilikan asing dalam di perusahaan media di Indonesia.

"Di Indonesia kan ada aturan pembatasan kepemilikan media untuk pihak asing sebesar 20%. Karena Linknet sudah dibeli oleh asing, maka kami cukup 20% dulu," terang dia.

Berdasarkan catatan notaris, jumlah saham yang diakuisisi sebanyak 427,5 ribu lembar saham atau senilai Rp 4,28 miliar. Sayangnya, Felix enggan menyebutkan kepastian angka dan nilai pembelian saham.

Felix berharap, kerjasama dengan perusahaan teknologi terbesar di Jepang ini mampu membawa IMTV berkembang lebih pesat di negeri sendiri dengan sajian beragam konten layanan bersifat menghibur dan mendidik.

"Akses relasi mereka pasti banyak, ini yang ingin kami manfaatkan untuk mengembangkan bisnis layanan televisi berbayar, selain budaya kerja orang Jepang yang disiplin sehingga diharapkan bisa mewabah ke perusahaan kami," pungkas dia. (Fik/Nur)
Terpopuler