Ada Gas Elpiji 12 Kg Teranyar `Bright Gas` dari Pertamina

  • Energi & Tambang
  • 0
  • 15 Mei 2013 15:36

gas-130515b.jpg
PT Pertamina (Persero) meluncurkan produk gas elpiji merek terbaru yaitu bright gas yang merupakan elpiji kemasan tabung 12 kilogram (kg).

Elpiji ini dilengkapi dengan fitur-fitur ekstra seperti security seal cap dengan teknologi double spindle dan karet pelindung tabung kemasan dari benturan.

Bright gas sendiri akan ditujukan untuk konsumen menengah ke atas dan ditawarkan dengan tampilan warna yang menarik seperti biru, hijau, ungu dan merah marun bernuansa metalik.

"Kami ingin memberikan alternatif kepada konsumen akan produk yang lebih baik dan harganya juga masih di bawah harga keekonomian," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya usai peluncuran bright gas di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Paket perdana bright gas yang terdiri dari tabung dan elpiji dengan volume 12 kg dilepas pada harga Rp 448.500 per tabung. Namun untuk pengisian ulang dari elipiji model lama ke bright gas ini dikenakan biaya Rp 115 ribu per tabung.

"Target awal kami sekitar 500 ribu tabung dengan target volume 34 ribu metrik ton. Bila permintaan meningkat maka akan ditambah lagi," tutur dia.

Pada tahap awal, Pertamina menawarkan program penukaran gratis tabung Elpiji 12 kg dengan tabung bright gas (trade-in) dan konsumen hanya perlu membayar untuk pengisian ulang elpiji.

"Untuk dua bulan pertama, pada saat penukaran, konsumen akan mendapatkan voucer pengisian bahan bakar Pertamax sebesar Rp 50 ribu," katanya.

Pada tahap ini, bright gas direncanakan akan tersedia di Jabodetabek dan selanjutnya segera tersebar di 12 kota lainnya hingga akhir 2013.

Kota tersebut seperti Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Pontianak, Balikpapan, Samarinda dan Makasar.

Hanung berharap produk ini dapat menjadi produk 'predator' sehingga produk Elpiji 12 kg model lama akan tergantikan secara perlahan.

"Kita berharap Elpiji 12 sebelumnya lama-kelamaan tidak laku, atau paling tidak bisa berkurang. Tetapi kita tidak akan memaksa, ini lebih kepada pilihan konsumen," tandas dia. (Nur)
Terpopuler