Pipa Gas PGN Bocor, PLN Bakar BBM Hingga Rp 273,9 Miliar

  • Energi & Tambang
  • 0
  • 23 Mei 2013 19:14

gasi130325b.jpg
Bocornya  pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) jalur Labuhan Maringgai - Muara Bekasi milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membuat PT PLN (Persero) sebagai konsumen gas tersebut kehilangan penghematan US$ 28 juta setara Rp 273,9 miliar per hari.

Direktur Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PT PLN, Suryadi Mardjoeki mengatakan bocornya pipa milik PGN mengakibatkan berhentinya pasokan gas yang menyebabkan perusahaan listrik plat merah tersebut tidak bisa menggunakan gas sama sekali.

PT PLN terpaksa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) di PLTGU Muara Tawar, Bekasi. Pasalnya, pasokan gas dari PGN berhenti karena kebocoran pipa. Sementara pasokan gas dari Pertamina EP Bekasi sebesar 30 milyar british thermal unit per hari (bbtud) yang bersifat basah hanya bisa dipakai jika dicampur dengan gas PGN 100 bbtud dan Jambi Merang 35 bbtud yang keduanya dialirkan lewat pipa SSWJ.
 
"Artinya, Muara Tawar harus pakai BBM lagi sebanyak 4.620 kiloliter per hari dan potensi penghematan yang hilang US$ 2,8 juta/hari," kata Suryadi, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Suryadi menegaskan, perseroan bakal meminta pertanggungjawaban PGN karena telah membuat PLN gagal melakukan penghematan. PGN dituding bertanggungjawab karena menyebabkan PLN membeli gas dengan harga cukup tinggi US$ 10,4 per juta british thermal unit (mmbtu).
 
"Kami akan minta PGN membuat pernyataan tertulis mengenai kejadian ini dan akan disampaikan ke pemerintah. Nanti kita lihat apakah pemerintah akan memberikan ganti rugi atas kejadian ini,” tuturnya.

Sebelumnya, PGN menemukan kebocoran pipa transmisi offshore SSWJ jalur Labuhan Maringgai – Muara Bekasi, titik kebocoran berada 23 meter dikedalaman laut

Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda mengatakan, sehubungan dengan terjadinya anomali operasi pada jaringan pipa transmisi offshore SSWJ jalur Labuhan Maringgai – Muara Bekasi di Kilometer Point (KP) 138 – 139 (disekitar wilayah Pulau Damar), Selasa, (21/5/ 2013), pukul 10.40 WIB, PGN berkordinasi dengan instansi terkait melakukan  inspeksi dan pemeriksaan awal, dalam inspeksinya ditemukan gelembung udara sebagai indikasi awal terjadinya kebocoran pipa transmisi.

"Dengan ini kami sampaikan informasi terkini mengenai kejadian tersebut," pungkas Jobi.(Pew/Shd)

Credit: Shd

Terpopuler