Santunan Korban Freeport Ada yang Mencapai Rp 6 Miliar

  • Energi & Tambang
  • 0
  • 27 Mei 2013 18:45

korban-freeport-130523a.jpg
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan asuransi yang diberikan PT Freeport Indonesia kepada korban runtuhnya pusat pelatihan Big Gossan, Freeport, Papua terbilang besar melebihi perusahaan lainnya di Indonesia.

Jero menyatakan dirinya telah mendesak PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memberikan asuransi kepada para korban. Perusahaan tambang asal Negeri Paman Sam itu pun sudah mengabulkan permintaanya dengan menanggung seluruh biaya perawatan.

"Yang penting ini musibah. Kejadian karyawan kita meninggal, luka berat, itu semua ditanggung Freeport," kata Jero, di Kantornya, Jakarta, Senin (27/5/2013)

Jero menambahkan, para korban akan mendapatkan asuransi yang terbilang besar dengan nilai tanggung berkisar antara Rp 600 juta hingga Rp 6 miliar sesuai dengan masa kerja korban.

"Makannya angka asuransinya cukup baik, perusahaan lain belum tentu juga, ada yang Rp 1 M (miliar), ada Rp 2 M, malah ada yang sampai Rp 6 M, kan sesuai dengan masa kerja paling rendah Rp 600 juta, baru masuk, baru training," tuturnya.

Selain itu, Jero mengungkapkan DPR juga telah mendesak Freeport agar memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang mengalami musibah. Kompensasi tersbeut berupa pemberian beasiswa pendidikan kepada anak para korban hingga sarjana. Menurut Jero, terdapat sekitar 24 orang yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.

Setelah semua korban berhasil dievakuasi, saat ini tim investigasi masih menyelidiki penyebab runtuhnya pusat pelatihan tersebut. Tim investigasi terdiri dari berbagai para ahli, akademisi dan para pakar.

"Investigasi sudah bekerja, tim sudah dari ITB, guru besar. Secepatnya, makin cepat makin baik," pungkasnya.(Pew/Shd)

Credit: Shd

Terpopuler