Naikkan BBM, Pemerintah Mimpi Kurs Rupiah Bisa Rp 9.600

  • Bank
  • 0
  • 19 Jun 2013 09:50
Setelah ketok palu Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (RUU APBN-P) 2013, target nilai tukar rupiah berada di level Rp 9.600 per dolar Amerika Serikat (AS) dianggap hanya mimpi bagi pemerintah.

Pengamat Valas Farial Anwar mengungkapkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang bertele-tele menjadi sentimen negatif bagi pasar modal, valas dan kurs rupiah.

"Orang ramai-ramai jual sahamnya, orang asing yang pegang rupiah dijual lalu membeli dolar AS. Kalau dolar naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa ambruk," kata dia saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, seperti ditulis Rabu (19/6/2013).

Farial menambahkan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan semakin melemahkan nilai tukar rupiah akibat inflasi yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.

Sebagai contoh, pada 2005 dan 2008 saat pemerintah mengerek harga premium dan solar, di mana angka inflasi menembus dobel digit atau masing-masing 17,11% dan 11,06%.

Begitupula efek kenaikan harga BBM terhadap kurs rupiah pada akhir tahun 2005 tercatat Rp 9.705 per dolar Amerika Serikat (AS) atau anjlok dari asumsi APBN-P sebesar Rp 8.900 per dolar AS.

Sementara nilai tukar rupiah di 2008 bernasib sama dari Rp 9.100 dalam APBN-P menjadi Rp 9.666 per dolar AS hingga akhir tahun.

"Penyesuaian harga BBM subsidi berbenturan dengan bulan puasa dan Lebaran. Hal ini akan mengakibatkan peningkatan harga barang dan inflasi cukup signifikan, sehingga imbasnya ke kurs rupiah semakin besar karena orang tidak mau pegang mata uang yang tergerus inflasi," jelas Farial.

Soal patokan target kurs rupiah dalam APBN-P 2013 yang telah disepakati DPR sebesar Rp 9.600 per dolar AS dinilai Farial tidak akan tercapai mengingat gejolak (volatil) rupiah saat ini cukup tinggi.  

"Pemerintah suka mimpi, karena target APBN saja tidak pernah terealisasi. Tahun lalu saja target di angka Rp 9.000 per dolar AS, kenyataannya di Rp 9.650 per dolar AS. Juga tahun ini diproyeksikan Rp 9.300 dan baru di tengah tahun direvisi jadi Rp 9.600," paparnya.

Merujuk fakta yang ada, menurut dia, nilai tukar rupiah hingga akhir 2013 tidak akan dapat berbalik ke angka Rp 9.600 per dolar AS. Kurs rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta hingga Selasa pagi (18/6/2013) tercatat bergerak stabil di posisi Rp 9.870 per dolar AS. (Fik/Nur)

Credit: Nrm

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler